Friday, August 12, 2022

Scottish Fold Tampil Bak Burung Hantu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di penghujung 2006, selembar foto scottish dari kolega di Amerika Serikat mendorong Pay membeli kucing asal Skotlandia itu. ‘Kucing itu manja dan senang digendong,’ ujar Pay, putra sulung Anant Kulchaiwatna, pemilik nurseri adenium di Thailand. Selain manja, kuping mungil scottish disukai Pay. ‘Berbeda dengan jenis bulu pendek lain. Kupingnya seperti kuping burung hantu,’ tambah Pay. Demikian pula wajah dan bola mata yang bulat membuatnya tambah mirip dengan binatang kesayangan bintang fiksi Harry Potter itu.

Sosok bak burung hantu akan terlihat menginjak umur 4 bulan. Kurang dari umur itu kupingnya normal, lurus. Namun, tidak 100% anak scottish akan bertelinga mungil. Berdasarkan penelitian Konsulat Perkumpulan Pencinta Kucing di Inggris, dari 76 anak sebanyak 42 ekor didapati berdarah murni scottish fold. Sisanya bertelinga lurus seperti british shorthair.

Menurut Rita Rustiani scottish bakal menjadi incaran hobiis tanahair. ‘Kucing unik itu pasti disukai di sini. Apalagi ia berbulu pendek,’ ujar pemilik Kitada Cattery di Bandung itu. Beralasan, sejak pertengahan 2007, kucing bulu pendek naik daun. Itu lantaran perawatannya mudah daripada jenis bulu panjang. Harga seekor scottish dewasa lumayan mahal. Di sebuah cattery di Amerika Serikat nilainya mencapai Rp10-juta-Rp20-juta/ekor.

Maine coon

Kucing unik dan mahal bukan monopoli scottish. Maine coon, kucing asal Amerika Serikat, dicari-cari pencinta kucing sejak pertengahan 2007. Contohnya R. Fendy Dhama Saputra. Melalui dunia maya Fendy mulai kenal maine coon. Dengan tubuh besar berotot, kuping tinggi, dan mata bulat, kucing itu terlihat gagah dan garang. Bulunya menebal di bagian leher dan bawah perut mirip surai singa. ‘Saya jatuh cinta pada pandangan pertama,’ kata hobiis di Bekasi itu.

Namun, sulit bagi Fendy mendapatkan maine coon di cattery lokal. Maklum, tak banyak pemilik maine coon di tanahair. Yang memiliki maine coon dewasa umur 2 tahun paling hanya 2-3 hobiis saja. Beruntung Fendy tak putus asa. Melalui website, Versace Mocha N’ Cream alias Hyppy datang kepangkuannya.

Bobot Hyppy mencapai 8 kg, dengan panjang tubuh 80 cm. Ia memang termasuk kucing ras terbesar di dunia. Guiness Book of Record menobatkan maine coon bernama Verismo Leonetti Reserve Red sebagai kucing terbesar, terberat, dan terpanjang di dunia. Bobotnya mencapai 15 kg dengan panjang 1,2 meter. Meski begitu ia tetap lincah bergerak saat bermain. ‘Kelebihan lain, maine coon tidak pernah memecahkan perabotan dan menggaruki sofa,’ kata Fendy tentang Hyppy.

Raksasa

Penampilan bak raksasa itu diperoleh dari persilangan kucing liar dan jenis racoon. Warna bulu dan bentuk ekor diwariskan dari racoon. Namun, di balik sosok sangar itu maine coon ramah. Terbukti, Hyppy asyik bercengkerama dengan 5 persia yang tinggal bersamanya. Dengan Camu misalnya. Saat bermain, sesekali Hyppy menjilati bulu persia itu. ‘Mereka berdua sangat akrab,’ ujar Fendy. Tak hanya ramah, kucing berumur satu tahun itu juga pintar. Hyppy akan mencelupkan telapak kaki depan ke dalam mangkuk sebelum minum. Itu untuk mengetahui suhu air.

Soal pakan? Hyppy tak pilih-pilih. ‘Dalam beberapa detik ia menghabiskan semangkuk catfood berdiameter 10 cm,’ tutur Fendy. Sebagai tambahan, daging ayam, sapi cincang, dan ikan tuna yang telah direbus juga diberikan bergantian setiap hari.

Untuk menjaga kebersihan tubuh, kucing semi-long hair itu dimandikan seminggu sekali selama 1 jam. ‘Mandinya cepat dibandingkan persia yang memakan waktu 2-3 jam,’ ungkap Fendy. Dengan perawatan mudah itu Fendy semakin kesengsem. Harga yang dikeluarkan sebesar Rp8-juta untuk memiliki seekor maine coon jantan berumur 4 tahun tidak berarti apa-apa. ‘Maine coon betina lebih mahal, Rp10-juta per ekor,’ ucapnya.

Keriput

Jenis lain yang tak kalah eksotis adalah sphynx. Kucing yang dikenal dengan sebutan canadian hairless pada 1970 itu menjadi pilihan pas bagi pencinta kucing yang alergi bulu. Itu lantaran seluruh tubuhnya hanya ditutupi bulu tipis nan halus. Keistimewaan itu menarik Cacang Efendy di Bekasi. Pada 2004 kucing asal Kanada itu didatangkan Cacang ke tanahair.

Sosok kucing yang mengadopsi nama dari piramida Mesir itu cantik dengan sorot mata tajam, telinga besar berdiri tegak, dan ekor panjang bak tikus. ‘Apalagi ditambah keriput di wajah dan tubuh. Orang geli melihat keriput itu,’ tutur pemilik Bright Lunar Cattery itu. Padahal, semakin banyak keriput, kualitas sphynx semakin bagus. Karena unik, andalan Cacang itu menjadi primadona saat Trubus Cat Contest yang berlangsung di Museum Purna Bhakti, Mei 2007. Menurut Cacang sphynx tidak penakut. Terbukti saat dikerumuni oleh puluhan orang, ia seolah tidak terpengaruh dan tetap aktif bermain di dalam kandang.

Meski cantik sphynx perlu perawatan khusus. ‘Karena tak berbulu, kulitnya cepat merah saat digigit nyamuk dan meninggalkan bercak bila dibiarkan,’ ucap Cacang. Minimnya bulu juga membuat kulit cepat kotor. Musababnya, kelenjar keringat sphynx tergolong banyak. Karena itu rutin seminggu sekali ia harus dimandikan.

Sphynx sulit ditangkarkan. Sejak 2006, Cacang berusaha membiakkannya. Namun, dari seekor betina hanya melahirkan 3-4 anak. Jumlah itu kecil daripada maine coon yang bisa beranak 7-8 ekor. Sebab itu harga jual sphynx cukup tinggi, anakan umur 8 bulan mencapai Rp12,5-juta. Betina dan jantan dewasa berkisar Rp15-juta-Rp30-juta/ekor. Tingginya harga jual sphynx, maine coon, dan scottish itu memang sebanding keunikan yang ditawarkan. Pantas Pay di Thailand, serta Fendy dan Cacang di Bekasi jatuh hati kepada kucing-kucing impor itu. (Andretha Helmina dan Lastioro Anmi Tambunan)

 

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img