Wednesday, January 28, 2026

Sehat Berkat Herba

Rekomendasi
- Advertisement -

Mendapat tawaran banyak pekerjaan, tetapi memilih mengembangkan herba.

Yumrotul Khasanah yakin dan konsisten
dengan khasiat herba. (Dok. Trubus)

Trubus — Yumrotul Khasanah tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang baru lulus kuliah, yakni berburu pekerjaan. Setelah menamatkan kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada pada 2015, Yumrotul justru mendapat banyak tawaran. Prestasi akademik perempuan 26 tahun itu gemilang sehingga tawaran pekerjaan berdatangan. Dua yang paling menarik adalah meneruskan studi untuk menjadi dosen atau berkarier di sebuah industri farmasi tersohor.

Namun, sejak kecil ia bercita-cita menjalani wirausaha sehingga menolak beragam tawaran. Bersama seorang rekan, ia merintis toko herba yang tidak sekadar menjual tapi juga memberikan pemahaman kepada pembeli. Keputusan Yumrotul meniti jalannya sendiri itu mendapat tentangan dari kakak-kakaknya. Maklum, mereka menjadi yatim piatu. Usia Yumrotul 16 tahun saat itu. Meski mendapat beasiswa, para saudara kandung itulah yang menanggung sebagian biaya hidupnya.

Banyak pasien

Yumrotul mengeraskan hati. Ia akhirnya mewujudkan impian pada pertengahan 2016 dengan nama Rumah Sehat Herba 24, disingkat RSH-24. Kepada empat kakaknya, ia minta 5 tahun untuk membuktikan. Para kakak luluh dan membiarkan Yumrotul menjalani pilihannya.Tentangan saudara-saudaranya itu bukan satu-satunya halangan. Dua tahun pertama, masyarakat belum mengenal rumah sehat.

Pembeli yang datang setiap bulan hanya hitungan jari. Yumrotul memanfaatkan masa sepi itu untuk mengembangkan jaringan. Ia berhubungan dengan berbagai produsen maupun penganjur herba di berbagai daerah. Selain itu ia juga memanfaatkan periode itu untuk memilih-milih mana produsen herba yang produknya khasiatnya terbukti dan layak dijual. Perlahan, pengunjung rumah sehatnya bertambah.

Pelanggan RSH-24 bisa berkonsultasi kesehatan gratis sehingga bisa memilih herba yang pas dengan kondisi kesehatan maupun kocek mereka. Menurut Yumrotul hampir semua pelanggan RSH-24 sudah menjalani terapi di tempat lain tapi hasilnya kurang optimal. Ia menyatakan, jumlah konsumen yang terbantu oleh RSH-24 hingga sekarang lebih dari 500 orang dan berasal dari berbagai daerah.

Rumah sehat itu menyediakan herba racikan berbentuk kapsul untuk memudahkan konsumsi. “Racikan artinya terbuat dari beberapa jenis herba,” katanya. Dalam racikan selalu ada bahan herba yang fungsinya berbeda-beda, tapi selalu ada yang mengandung nutrisi, probiotik, dan obat untuk meredakan penyakit utama.

“Kalau perlu saya menambahkan herba yang berfungsi mendetoksifikasi,” kata perempuan kelahiran Yogyakarta 3 November 1992 itu. Penganjur herba itu membuat beberapa racikan untuk mengatasi gangguan kesehatan tertentu, misalnya mag, kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan jantung. Ada juga bahan tunggal yang fungsi utamanya sebagai suplemen antara lain teripang, madu, spirulina, atau sari buah.

Konsisten

Bahan yang dianjurkan sebagai suplemen antara lain teripang atau spirulina.

Yumrotul selalu menganjurkan pasien untuk mengonsumsi beberapa herba yang fungsi utamanya memperbaiki pencernaan seperti kunyit atau temulawak. “Kalau pencernaan baik, penyerapan zat aktif dalam herba optimal sehingga mempercepat kesembuhan,” kata Yumrotul. Anak bungsu dari 5 bersaudara itu memanfaatkan beragam bahan alam seperti kencur, rimpang yang menjadikan sambal sangat sedap.

Menurut Yumrotul kencur Kaempferia galanga meredam munculnya gejala penolakan seperti mual, diare, atau gangguan pencernaan. Anjuran untuk penderita benjolan seperti tumor atau kanker untuk mengonsumsi racikan yang antara lain mengandung daun dewa, keladi tikus, temumangga, temuputih, atau jarum tujuh bilah. Sementara itu brotowali atau sambiloto kerap ia rekomendasikan kepada penderita hiperglikemia atau gula darah tinggi.

Yumrotul mengatakan, hambatan untuk konsisten di jalur herba adalah legalitas. “Saat ini belum ada pengakuan resmi untuk profesi apoteker herba,” katanya. Meski demikian ia yakin dan konsisten dengan pilihannya. Sejak belia ia memang jatuh hati pada dunia herba sehingga mendorongnya untuk kuliah di Fakultas Farmasi. Ia mendalami kajian herba seperti studi aktivitas suatu bahan alam atau kelayakan memproduksi bahan alam tertentu dalam skala industri.

“Banyak obat sintetis yang bahan aktifnya berasal dari turunan bahan herba yang lantas diproduksi massal,” kata Yumrotul. Contoh paling sederhana adalah asam askorbat alias vitamin C, yang secara alami terdapat dalam buah-buahan segar. Contoh lain, obat kanker komersial berupa vinkristin atau vinblastin. Semula keduanya berasal dari tanaman tapak dara Cataranthus roseus. Begitu khasiatnya terbukti, industri memproduksi vinkristin sintetis sehingga bisa dibuat massal menjadikan harganya lebih terjangkau serta mempunyai kadar terstandar.

Seiring tren kembali ke alam yang makin menguat, Yumrotul Khasanah yakin masyarakat kian percaya pada khasiat herba. Saat itulah harus ada farmasis yang memahami khasiat atau dosis yang pas. Salah satunya, Yumrotul Khasanah. (Argohartono Arie Raharjo)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img