Tuesday, November 29, 2022

Sel Membelah, Lalu Pisang Berubah

Rekomendasi

 

Hj. Ida Herawati, kepala Balai Benih Induk DKI Jakarta, tinggi tanaman pisang mutasi mencapai 3—4 m, buah pun berukuran 2 kali lipat ketimbang cavendish normalBegitulah jika menyantap sebuah  pisang yang dipanen di kebun koleksi Balai Benih Induk (BBI) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta di Ragunan, Jakarta Selatan. Pisang bersosok lurus, gendut, dengan ujung bulat seperti pisang rajasereh itu bobotnya 250 – 300 g per buah. Begitu dicicip daging buah terasa lembut, tetapi padat. ‘Rasanya gabungan ambon lumut dan rajasereh,’ kata Hj Ida Herawati, kepala BBI DKI Jakarta.

Pisang jumbo itu kerap menjadi pusat perhatian sejak tandannya masih menggantung di pohon. Sayang, BBI belum memutuskan nama yang tepat buat si jumbo. Saat ditanam ia menyandang nama cavendish hasil kultur jaringan BBI. Ketika berbuah bentuknya menyimpang malah mirip rajasereh.

Bongsor

Di mata Parsan SP, kepala laboratorium kultur jaringan BBI, tanaman pisang itu sudah terlihat berbeda sejak bibit. Dari 15 bibit pisang cavendish hasil kultur jaringan yang Parsan tanam, 1 bibit menunjukkan pertumbuhan yang tidak lazim. ‘Tumbuhnya lebih cepat dan sosok lebih bongsor,’ katanya.

Kulit batang juga kecokelatan. Beda dengan batang cavendish yang didominasi hijau. Pun daunnya lebih lebar. Saat berbunga pada umur 9 bulan, tinggi tanaman mencapai 3 – 4 m. Sedangkan cavendish hanya 2 m pada umur yang sama. Pantas Ida pernah menduga itu bukan bibit cavendish hasil kultur jaringan.

Perbedaan makin nyata saat tanaman mulai berbuah. Karakter buah mirip rajasereh, tapi ukuran buah 2 kali lipat lebih besar. Padahal, tak ada perlakuan khusus agar pisang berukuran jumbo. Sumber nutrisi hanya berupa pupuk kandang yang diberikan saat penanaman dan pemupukan lanjutan pada 6 bulan berikutnya.

Mutasi

Menurut Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Tanaman Buah Tropika (PKBT) Institut Pertanian Bogor, penampilan pisang yang dipanen di BBI itu memang mirip rajasereh ukuran jumbo yang pernah dilihat di Jawa Timur. ‘Bentuk sisir dan buah mirip, tapi lebih besar dan mulus. Beda dengan rajasereh pada umumnya,’ ujarnya.

Sobir menduga kelainan itu muncul karena dosis zat perangsang tumbuh pada kultur jaringan terlalu tinggi. Akibatnya, tanaman mengalami variasi somaklonal, yaitu variasi genetik yang diperoleh melalui kultur sel somatik seperti sel daun, akar, dan tunas.

Ir Edhi Sandra MS, kepala Unit Laboratorium Kultur Jaringan di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, menuturkan peluang mutasi dalam perbanyakan kultur jaringan sangat tinggi jika kondisi tidak stabil saat melakukan subkultur. Misalnya terjadi perubahan suhu yang ekstrem, adanya radiasi, kehadiran logam berat, atau paparan gelombang elektromagnetik.

Menurut Sobir, perubahan pada pisang biasanya berupa ukuran buah menjadi besar, tapi jumlah sisirnya sedikit. Perubahan itulah yang terjadi pada pisang jumbo BBI. Setandan pisang terdiri dari 6 – 8 sisir. Satu sisir ada 8 – 10 buah. Itu lebih sedikit ketimbang cavendish atau rajasereh yang mencapai 10 sisir per tandan. Satu sisir berisi 10 – 12 buah. Susunan buah dalam sisir tidak teratur seperti lazimnya pisang lain.

Kelainan pisang karena kultur jaringan mengingatkan pada munculnya pisang tanduk 7 sisir pada 2008 . Ketika itu M Rahmad Suhartanto PhD, peneliti PKBT IPB, Bogor, mengultur pisang tanduk yang rata-rata setandan terdiri dari 3 sisir. Tak disangka muncul variasi somaklonal pisang tanduk bersisir 7 setelah disubkultur 2 kali.

Namun, kelainan karena variasi somaklonal, biasanya tidak diturunkan pada anakan. ‘Bila anakan ditanam, buahnya kembali normal,’ kata Sobir. Kelainan dapat bertahan bila pisang diperbanyak melalui cacah bonggol. Hingga kini uji stabilitas pisang mutasi di BBI itu masih berjalan. ‘Beberapa eksplan sudah dibuat melalui kultur jaringan. Bibit yang dihasilkan nantinya akan kembali ditanam di kebun koleksi untuk melihat perubahan itu stabil atau tidak,’ kata Parsan. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img