Friday, January 16, 2026

Semprot POC Trubus, Petani di Bone Sebut Pertumbuhan Tanaman Padi Merata

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, terus merasakan manfaat dengan penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) hasil kerjasama PT Trubus Swadaya dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia. Pertumbuhan tanaman padi merata berkat semprot POC Trubus itu.

Ketua Kelompok Tani Sipakatuo, Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Harman, mengakui efek besar pasca melakukan penyemprotan dengan POC Trubus.

Harman menuturkan, setelah penyemprotan kedua dilakukan, pertumbuhan tanaman padi begitu cepat dan pertumbuhan tanaman yang kian membesar.

“Bila sebelumnya tanpa menggunakan POC Trubus, pertumbuhan padi tidak merata antara titik satu dengan titik lainnya (padahal proses penanaman bersamaan, red). Namun , setelah pakai POC Trubus, semua area pertumbuhan padi merata,” tutur Harman.

Harman kian  optimis, target panen 10 ton per hektare (ha) bisa terealisasi dengan penggunaan POC Trubus. “Luar biasa pengaruhnya pakai POC Trubus,” ujar Harman.

Lebih lanjut ia menuturkan perkembangan pertumbuhan padi setelah dilakukan penyemprotan POC Trubus Mandraguna pada hari ke-30 pasca penanaman mulai menunjukkan hasil positif yakni pada hari ke-45.

“Sisa satu kali lagi penyemprotan POC Trubus. Penyemprotan ketiga pada 15 Januari lalu, dan penyemprotan keempat pada 30 Januari nanti,” ujar Harman, Jumat (19 Januari 2024).

Asisten lapang tim POC Trubus, Muhadir menuturkan bahwa kondisi pertumbuhan padi sesuai yang diharapkan.  “Alhamdulillah, pertumbuhannya sangat bagus. Semoga perkembangan ini terus baik sampai proses panen nantinya,” ujar Muhadir.

Muhadir menuturkan  sebelum ditanam, bibit padi terlebih dahulu mendapatkan asupan nutrisi. Pada hari ke delapan dilakukan pemupukan Urea dan Ponska, pada hari ke-16 dilakukan penyemprotan nutrisi dari Trubus. Penyemprotan nutrisi pada padi berusia 30 hari setelah tanam (hst), 45 hst, dan 60 hst.

Lebih lanjut, Muhadir menuturkan, demplot yang menggunakan nutrisi dari Trubus baru pertama kali dilakukan di Desa Ponre-ponre, Kabupaten Bone itu.   Nutrisi itu, memiliki keunggulan dalam hal membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan hasil baik untuk kesehatan.

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman pun mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh Kadis Asman  yakni dengan menggunakan pupuk organik cair dari Trubus yang yang bekerjasama dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia.

Sebagai daerah percontohan pemanfaatan nutrisi atau POC Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia digunakan oleh kelompok tani di Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Kadis Asman menyampaikan, petani mesti serius menggarap sawah dan kebun supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah. Peningkatan hasil pertanian juga  tidak lepas dari peran penting penyuluh pertanian.

“Kelompok tani harus satu pintu dengan penyuluh, bersama kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Kadis Asman.

Ia berharap, pada lahan seluas 5 ha yang menjadi lokasi percontohan penggunaan POC Trubus bisa meningkatkan hasil produksi pertanian. “Semoga 1 ha bisa menghasilkan 10 ton,” katanya.

Direktur Marketing Trubus, Rudi Paeru mengungkapkan, pihaknya hadir untuk mengatasi permasalahan tanah pertanian yang sudah terkuras nutrisinya. Oleh karena itu, dengan penggunaan pupuk organik cair lebih ramah lingkungan serta hasil pertanian baik untuk kesehatan.

“POC yang kami bawa ini bukan berasal dari kotoran ternak, tetapi lemak hewan. Baik untuk tanaman. Kami bisa memproduksi sampai 500 ribu liter per bulan,” tutur Rudi.

Lebih lanjut ia menurutkan, bahwa tidak hanya produktivitas, tetapi mengejar kualitas beras yang dihasilkan. Nantinya hasil beras lebih putih. 

“Padi hasil penggunaan POC Trubus yang bekerjasama dengan Mandraguna akan lebih rendah gula saat dikonsumsi. Bahkan penggunaannya mengurangi pemakaian pupuk kimia 70 persen,” ujar Rudi.

Pemilik PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Muhammad Riyan menuturkan bahwa penggunaan POC ini nantinya akan memperbesar dan memperbanyak bulir padi.

“Penyemprotannya dilaksanakan sesuai fase pertumbuhan sesuai prosedur misalnya hari ke-7, lalu hari ke-14 untuk anakan, hari ke-30 untuk pertumbuhan, hari ke-45 pembesaran, dan hari ke-60 pengisian bulir. Dengan penggunaan POC maka beras yang dihasilkan kadar residunya dan kadar gula rendah,” tutur Riyan. (Muhammad Ashri Samad-Kontributor Trubus)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img