Friday, December 9, 2022

Seri Walet (115): Pintu Spesial Pengaman Rumah Walet

Rekomendasi

Adegan berikutnya sama hebat. Seutas tali baja diikat erat di belakang truk pengangkut pasir. Tali itu juga diikatkan pada pintu. Dengan suara mesin menggerung keras, truk itu berusaha menarik pintu seberat 1 ton. Namun, apa lacur, pintu terlalu kuat untuk dijebol. Justru truk yang tak mau jalan, hanya roda belakang saja terus berputar di tempat hingga berasap dan membentuk cekungan.

Dua simulasi itu diujicoba Vovo Dohana untuk mengecek keandalan pengaman rumah walet yang dibuatnya. Hasilnya cukup mengesankan. “Pencuri bisa berpikir seribu kali dapat membobol pintu ini,” ujar konsultan konstruksi rumah walet di Tangerang itu. Khusus peledak, bahan yang dipakai diyakini tidak akan mematikan walet. “Itu peledak alami,” tambahnya. Vovo masih merahasiakan racikan bahan peledak itu.

Tahan banting

Pintu itu memang spesial. Pintu dibuat dari plat baja setebal 5 mm. Plat itu menempel pada rangka baja setebal 15 mm. Agar dapat berdiri ia diberi penopang berupa 3 engsel masing-masing seberat 50 kg. Posisi pintu itu semakin kokoh setelah Vovo menambah 4 kolom di sekeliling pintu. Pengaman lain di belakang pintu memakai 4 kunci as. Kunci yang ukurannya masing-masing sekitar 30 cm itu akan mengunci saat tangan pemilik mendorong kunci slot di dalam pintu.

Menurut Vovo, pintu spesial itu merupakan pengembangan dari pintu standar. Pintu standar biasanya memiliki lebar 90 cm dan tinggi 2 m. Bobotnya sekitar 400 kg untuk rangkap dua dan 250 kg pada pintu tunggal. Pintu standar pun dilengkapi as batang kunci setebal 20 mm. Biasanya pada jarak 30 cm dari atas dan bawah batang dipasang 2 plat lubang gembok setebal 10 mm. Bagian tengah daun pintu dicor.

Perbedaan mendasar kedua pintu itu terletak pada pengelasan daun pintu dan isi di dalam. Pada pintu spesial, bagian depan dan belakang pintu dilas setiap jarak 30 cm. “Dengan jarak itu kekuatan daun pintu lebih besar,” ujar Vovo. Bandingkan dengan pintu standar yang umum dilas secara acak. Pembeda lain, dalam rongga daun pintu spesial diberi bahan peledak alami. Bahan itu tersebar merata di dalamnya. Sedikit percikan api dari gergaji sudah cukup memicu ledakan. “Pada pintu standar rongga tengah cuma dicor semen saja,” tambah ayah 3 putra itu.

Jumlah kolom pada pintu spesial pun 2 kali lebih banyak dari pintu standar yang berjumlah 2 kolom. Meski demikian pemasangan pintu spesial cukup merepotkan. Setidaknya dibutuhkan 16 orang dewasa untuk memasangnya. Wajar dengan kondisi itu truk pun tak dapat menarik pintu.

Pintu spesial dioperasikan manual menggunakan slot sebagai pengunci. Cukup mendorong slot, as batang pun otomatis mengunci. Tiga gembok dipakai sebagai pengaman tambahan dan dikunci setelah as batang di pintu terkunci.

Ragam model

Pintu spesial memang dirancang Vovo untuk melengkapi rumah walet yang sudah berproduksi. “Sebagian besar pencuri akan masuk lewat pintu,” ujarnya. Hingga kini memang belum ada model baku pintu itu. “Yang paling penting pintu harus kokoh sekaligus memudahkan pemilik keluarmasuk,” ujar Hary K Nugroho, pemilik Eka Walet Center di Jakarta Utara.

Menurut Philip Yamin, konsultan walet di Jakarta Barat, pintu rumah walet perlu memakai bahan yang sulit dibobol seperti baja. Ketebalan baja maksimal 8 mm supaya tidak mudah bengkok. Ketebalan itu juga sudah memperhitungkan kemampuan rumah walet menopang pintu. “Jadi tidak boleh sembarangan merancang pintu rumah walet,” ujarnya.

Bahan pintu rumah walet bisa dibuat sesuai keinginan pemilik. “Kalau di daerah rawan sebaiknya gunakan yang kokoh, misalnya terbuat dari stainless,” tutur Hary. Namun, di daerah aman, pintu bisa saja terbuat dari kayu. Selain gampang dibuat, biaya pembuatan juga murah. Hal itu tampak jelas pada rumah-rumah walet di Palembang.

Pintu dari bahan stainless kokoh tapi ringan. “Dengan satu lapis dan tanpa dicor, pintu rumah walet itu sudah kuat,” kata Vovo. Sayangnya stainless relatif mahal. Untuk pembuatan satu lapis menelan biaya Rp50-juta. Harga itu 10—20 kali lipat lebih mahal daripada plat eser atau lempengan besi. Supaya lebih murah tapi kokoh, plat baja berketebalan 5 mm dipakai. “Bila lebih tebal plat mudah bengkok,” ungkap Vovo. Harganya Rp15-juta. Harga ini dianggap tidak seberapa dibanding nilai sebuah rumah walet. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img