Serit Merah Jawara Kontes HUT ke-477 Jakarta

Rekomendasi
- Advertisement -

Lalu cupang andalan Tim Sukses—kelompok hobiis dari Jakarta—itu berenang ke sana ke mari bagai peragawati. Paduan antara tubuh yang proprsional dan mental bagus diganjar dengan gelar grand champion.

Predikat terbaik itu pantas disandang cupang berumur 6 bulan itu. Tubuh proporsional dan serit rapi. “Warna tubuh merah menyala, sama sekali tak ada campuran warna lain. Jarang ada ikan yang seistimewa dia,” kata Kamil, salah satu juri.

Rival beratnya di akuarium SM-16. Senior maskot milik tim SS asal Yogyakarta juga tak kalah apik. “Meski tua seritnya tidak bengkok. Sayang, warna tubuh agak kemerahan. Coba kalau putih kapur peluang menjadi champion besar,” tambahnya.

Plakat seru

Kontes cupang hias di Pusat Promosi Ikan Hias Cengkarenag, Jakarta Barat, itu melombakan 12 kategori. Tercatat 188 peserta beradu indah. Lomba tampak seru di kelas plakat lantaran diikuti 20 peserta. Apalagi, ikan itu termasuk pendatang baru. Tak heran, bila 5 juri harus jeli memilih 5 ikan terbaik di babak awal.

Namun, saat ikan terbaik sudah dipilih juri, peserta melayangkan protes. Pemrotes menganggap ikan yang dinilai juri hanya 1 ekor; ikan lain, cupang serit biasa. “Standar penilaian cupang plakat memang belum baku,” kata Ahmadi, ketua panitia.

Meski muncul perdebatan, kontes tetap dilanjutkan. Pemenang di kelas plakat diberikan pada ikan di akuarium PLK 31. Cupang andalan Elmer asal Bandung, Jawa Barat, itu pantas meraih gelar terbaik karena sosoknya sesuai standar penilaian. “Ekor mengembang rapi melingkar seratus delapan puluh derajat,” kata Kamil.

Koki sepi

Kontes ikan hias dalam rangka menyambut HUT ke-477 Jakarta itu juga mempertandingkan maskoki. Sayang, 6 kategori yang dibuka minim peserta. Di kelas oranda dan tossa yunior masingmasing diikuti 3 koki. Peserta terbanyak di kelas tossa senior, yaitu 6 peserta.

Setelah dinilai 3 juri, tossa senior di akuarium 06 dinobatkan sebagai grand champion. Koki andalan TM Walet itu memang tampil prima. “Di antara yang lain, ikan itu paling atraktif,” kata Bambang Eka Perkasa, salah satu juri sambil menunjuk sang jawara.

Acara yang dibuka Drs Murdiyono MM, Kasubdin Produksi Peternakan Perikanan dan Kelautan DKI pada pukul 09.00 itu berlangsung sukses. “Kontes ini untuk kedua kalinya digelar setelah Okteber 2003. Harapannya, adanya kontes dapat menumbuhkembangkan ikan hias, terutama cupang hias dan maskoki,” katanya. (Nyuwan SB)

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Penutup Cangkang Siput Laut dari Malang Siap Masuk Pasar Arab Saudi

Penutup cangkang siput laut yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata memiliki nilai ekonomi. Sebanyak 20 kg operculum Hemifusus...

More Articles Like This