Program Studi Smart Agriculture, Fakultas Pertanian IPB University, menggelar The 1st Smart Agriculture Workshop 2026 pada 29 Februari—1 Maret di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Mengusung tema “Synergizing Policy, Industry, and Technology for a Sustainable Future”, workshop ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara kebijakan, pelaku industri, dan pengembang teknologi demi pengembangan pertanian cerdas yang berkelanjutan.
Sebanyak 135 peserta hadir dalam kegiatan dua hari tersebut, termasuk akademisi internasional seperti Prof. Byoung Ryong Jeong dari Gyeongsang National University, Korea Selatan. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dorongan kolaboratif yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan sektor pertanian masa depan.
Dekan Fakultas Pertanian, IPB University, Prof. Suryo Wiyono, menegaskan peran strategis Program Studi Smart Agriculture sebagai penggerak modernisasi pertanian di Indonesia. “Hal ini karena Prodi SAG, selain kelas reguler juga mempunyai kelas internasional,” kata Suryo, menggarisbawahi harapan agar pencapaian program studi ini memberi dampak juga pada negara mitra.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga—perguruan tinggi, pemerintah, dan industri—agar pengembangan smart agriculture dapat berjalan berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Hari pertama workshop fokus pada pemaparan ruang lingkup serta arah pengembangan smart agriculture oleh Ketua Program Studi. Sesi dilanjutkan dengan talkshow yang membahas perspektif kebijakan, teknologi, dan implementasi di lapangan. P
Pembicara datang dari Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian Pertanian, PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi dan PT Syngenta Indonesia. Perwakilan Universitas Padjadjaran serta Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor turut berpartisipasi dalam diskusi kolaborasi.
Hari kedua difokuskan pada penguatan aspek kemahasiswaan, mencakup pembahasan pembentukan student association, pengenalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta pemaparan mengenai campus rules and regulations. Pendekatan ini dimaksudkan menyiapkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi pada ekosistem pertanian cerdas.
Melalui workshop perdana ini, Program Studi Smart Agriculture IPB University berharap terjalinnya jejaring lebih kuat antara akademisi, pembuat kebijakan, dan industri, sekaligus menyiapkan generasi muda yang terampil dan inovatif di bidang smart agriculture.
