Saturday, January 17, 2026

Standar Ideal Batang Bawah Alpukat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Agar produksi alpukat optimal pekebun bisa memilih batang bawah yang unggul. Batang bawah unggul amat berperan terhadap hasil panen alpukat.

Pembibit alpukat di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahmad Fahrizal, menuturkan bahwa penangkar bibit alpukat di mancanegara sejatinya menerapkan standar batang bawah unggul seperti jenis dusa dan zutano. Kedua jenis itu kokoh, perakaran baik, dan adaptif.

Rizal yang menjadi pembibit alpukat cipedak atau miki sejak 2017 itu menuturkan bahwa sejatinya standardisasi batang bawah sebuah keniscayaan. Namun, cukup sulit merealisasikannya sebab semua jenis alpukat dijual karena permintaan tinggi. Artinya, mesti ada pohon khusus untuk batang bawah.

Jika sudah ada standar khusus, barulah bisa memproduksi batang bawah. Jika sekadar mengembangkan batang bawah saja tidak menguntungkan secara ekonomi.

“Di Indonesia kesulitan memproduksi batang bawah karena semua jenis buah alpukat laku di pasaran,” kata Rizal.

Kriteria tanaman untuk bahan batang bawah ideal antara lain pertumbuhan cepat dan seragam, tahan penyakit busuk akar, serta berbatang besar. Sejatinya standardisasi batang bawah demi melindungi pekebun karena berkaitan dengan hasil panen.

Pekebun besar lazimnya memproduksi batang bawah secara mandiri demi keseragaman produksi. Pekebun alpukat di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Agung Tri Wibawa, S.Pt., mengatakan bahwa standardiasi batang bawah alpukat sebuah keharusan jika menghendaki hasil panen optimal dan seragam.

“Beberapa jenis yang memungkinkan untuk batang bawah antara lain wina, kendil, dan cipedak atau miki,” tuturnya.

Menurut Agung ketiga jenis itu adaptif, memiliki postur kuat, dan relatif tahan serangan penyakit. Meskipun demikian hingga sekarang sulit mendapatkan pasokan rutin biji varietas unggul itu.

Sarjana Peternakan alumnus Universitas Diponegoro itu mengatakan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan buah alpukat asal kebun sendiri yang tidak lolos sortir.

“Pemanfaatan buah sortir dari kebun untuk batang bawah itu efisien dan ekonomis,” kata Agung. Artinya semua bagian hasil panen dari kebun alpukat tidak ada yang terbuang.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img