Saturday, January 17, 2026

Stok Beras 3,8 Juta Ton: Sinergi Pemerintah-Bulog Dekatkan Indonesia ke Swasembada

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Indonesia kembali mencatat tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,8 juta ton per 18 Mei 2025, tepat pukul 17.11 WIB.

Jumlah tersebut menempatkan CBP semakin mendekati batas strategis 4 juta ton yang selama ini menjadi target. Capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan antara pemerintah dan Perum Bulog.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh Perum Bulog dalam menyerap hasil panen langsung dari petani di berbagai daerah.

Strategi agresif Bulog itu dianggap efektif dalam memperkuat stok cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Bulog yang secara aktif melakukan jemput bola ke petani. Ini bukan hanya membantu menyerap hasil panen secara maksimal, tetapi juga menjamin harga tetap stabil di tingkat petani. Sinergi seperti inilah yang kita harapkan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Amran dilansir pada laman Kementan.  

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional pada semester pertama 2025 diproyeksikan mencapai 18,76 juta ton, meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kenaikan produksi itu tidak lepas dari keberhasilan program pemerintah dalam memperluas lahan tanam, menyediakan subsidi pupuk berkualitas dengan harga terjangkau, dan mendistribusikan alat mesin pertanian (alsintan) secara masif.

Pemerintah juga memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan pengendalian impor, yang tidak hanya melindungi hasil panen petani lokal tetapi juga memperkokoh produksi dalam negeri.

Sementara itu, adopsi teknologi modern dan praktik pertanian presisi semakin memaksimalkan hasil panen di berbagai sentra produksi utama.

Mentan Amran menegaskan bahwa penguatan cadangan beras nasional merupakan langkah konkret menuju swasembada pangan. Ia optimis dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, Bulog, dan petani, target 4 juta ton cadangan beras segera tercapai.

Pada kesempatan terpisah, Bulog memastikan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia, sehingga siap didistribusikan kapan saja untuk menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah itu wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengungkapkan bahwa setiap beras yang masuk ke Gudang Bulog wajib melewati proses pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Pemeriksaan ini melibatkan surveyor independen untuk menjamin transparansi dan akurasi standar mutu.

“Setiap beras yang masuk telah melalui proses uji kualitas yang melibatkan pihak ketiga independen, sehingga kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelas Prihasto. Ia juga mengungkap bahwa Bulog juga menerapkan sistem pengelolaan perawatan secara berkala di gudang.

“Kami memiliki mekanisme perawatan rutin terhadap komoditas yang disimpan, sehingga mutu beras tetap terjaga dengan baik hingga waktu distribusi. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img