Sunday, January 25, 2026

Syarat Alpukat Masuk Swalayan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— “Kalau kulit tidak mulus sulit meyakinkan konsumen,” kata Vendi Tri Suseno, S.T.P. Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama itu mengatakan, kriteria alpukat yang diinginkan pasar swalayan harus berdaging tebal, daging buah berwarana kuning seperti mentega, bercita rasa gurih legit, dan berbobot seragam 300—400 gram per buah.

Buah berkulit mulus juga menjadi keharusan. Artinya, selain lezat di lidah permintaan pasar swalayan juga menghendaki kulit buah alpukat mulus agar sedap dipandang. Vendi menuturkan, idealnya pekebun memanen pada saat tepat sehingga setelah sampai di tangan konsumen buah alpukat matang sempurna.

Alpukat buah wajib karena posisinya setara buah meja lain seperti melon dan semangka. Hal itu senada dengan yang disampaikan pemilik katering sehat di Kota Bandung, Jawa Barat, John Gideon. Pasalnya konsumen menyenangi alpukat dengan pemeraman singkat. Salah satu alpukat yang memenuhi kriteria itu jenis cipedak atau miki.

Menurut Vendi jenis yang memungkinkan masuk kriteria premium antara lain mentega probolinggo, cipedak atau miki, kendil, dan wina. “Daging kuning tebal, berbiji kecil, cita rasa enak, dan kulit mulus bisa masuk pasar premium,” kata Vendi.

Menurut pemasok alpukat premium di Kota Bekasi, Jawa Barat, Adi Indra Permana, S.T.P., kriteria alpukat masuk kelas premium yakni bertekstur pulen, berwarna daging kuning,  bercita rasa manis, legit, dan berkulit hijau mulus.

 Adi menjual 400—800 kg alpukat premium seharga Rp55.000 per kg setiap bulan. Konsumen dari kalangan menengah ke atas yang rela membayar lebih demi merasakan cita rasa alpukat yang optimal.

Menurut Vendi sejatinya ada dua segmen pasar premium. Pertama, pasar alpukat mentega (merujuk pada alpukat berdaging kuning seperti mentega) dengan harga jual sekitar Rp50.000 per kg. Setahun terakhir ada pula segmen baru yakni alpukat hass lokal.

Artinya, alpukat jenis hass yang berhasil panen di dalam negeri, bukan buah impor. Menurut Vendi harga hass lokal mencapai Rp100.000 per kg. Syarat alpukat hass untuk pasar domestik berkulit mulus dan cita rasa enak.

Cita rasa hass gurih, legit, sedikit pahit tetapi enak, pahitnya seperti teh atau kopi. Pasokan hass lokal PT Laris Manis Utama masih 500—1.000 kg per pekan. “Pasokan masih sedikit dan selalu terserap habis,” kata alumnus Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada itu.

Vendi menuturkan, baru pada 2024 produksi hass lokal kian banyak. Hass mesti bersaing dengan pasokan sejenis dari luar negeri.  Harap mafhum produksi alpukat hass relatif banyak di mancanegara.

“Jika ada impor pasti harga hass lokal terkoreksi karena mesti bersaing,” kata Vendi. Beda dengan jenis alpukat mentega yang tidak diproduksi di luar negeri sehingga pasar relatif aman. Kekurangannya perlu penentuan waktu pas agar matang sempurna di konsumen. Apalagi jika mengirim antarpulau memerlukan waktu lebih lama.

Jika dikirim keadaan terlalu matang bisa busuk. Meskipun demikian Vendi melihat pasar alpukat masih terbuka lebar. Menurut Vendi petani belum sempat mengirimkan buah hasil panen bermutu premium ke pasar. Buah habis terserap pasar di sekitar lokasi kebun.

Di pasar domestik, permintaan alpukat premium sangat besar. “Kondisi terkini selalu kekurangan pasokan, alpukat mutu premium selalu habis oleh pembeli di sekitar kebun,” kata Vendi.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img