Trubus.id - Bagastara G., S.T. membudidayakan 2.000 pohon jeruk siam madu di lahan seluas 5 hektare di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Ia menargetkan hasil panen jeruk dengan kualitas tinggi dan rasa manis optimal.
Meski musim hujan, jeruk dari...
Trubus.id-Keberadaan lalat buah menjadi momok bagi pekebun karena dapat menurunkan kualitas buah. Setengah dari populasi tanaman jeruk di kebun Muhammad Fakhrully Akbar terkena serangan lalat buah pada 2021. Pekebun di Kecamatan Rakumpit, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, itu mengelola...
Trubus.id–Data Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2023 mencatat produktivitas buah jeruk di Tiongkok mencapai 19,5 ton per hektare, sementara Indonesia 3,8 ton per hektare. Tingginya produksi itu membuat jeruk asal Tiongkok membanjiri pasar Indonesia, berdampak pada penurunan harga...
Trubus.id—Lalat buah menjadi momok bagi pekebun jeruk. Serangan serangga anggota keluarga Tephritidae itu merusak mutu jeruk. Buah mudah rontok dan busuk.
Penampilan jeruk yang terserang lalat buah menjadi tidak menarik. Para pekebun sepakat lalat buah menjadi momok utama yang...
Trubus.id— Benhil Jawak semringah karena 60% jeruk dari kebunnya masuk pasar swalayan di Jakarta pada Agustus 2022. Saat itu harga jual jeruk Benhil Rp12.000—Rp14.000 per kg.
Itu jauh lebih besar dibandingkan dengan harga jeruk ke pasar konvensional yang paling banter...
Trubus -- Cita rasa dominan manis dan sedikit masam serta laba besar mendorong Sidarhan membudidayakan jeruk pada 2013. Saat itu kali pertama Warga Dusun Gunung Agung Pauh, Kelurahan Agunglawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, itu mencicipi jeruk...
Wayan Supadno membudidayakan jeruk chokun asal Thailand secara organik di lahan 17 hektare.
Banyak orang mencibir Wayan Supadno ketika hendak mengebunkan jeruk chokun di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di lahan 17 hektare. Harap mafhum, sebelumnya tidak pernah ada...
Inovasi baru agar pekebun mampu panen jeruk susul-menyusul sepanjang tahun. Frekuensi panen bisa 5 kalai setahun.
Bujang Seta bukan lelaki lajang. Ia program baru untuk membuahkan jeruk—akronim dari pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun. Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule,...