Mutu Jeruk Siam Naik 100%

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Benhil Jawak semringah karena 60% jeruk dari kebunnya masuk pasar swalayan di Jakarta pada Agustus 2022. Saat itu harga jual jeruk Benhil Rp12.000—Rp14.000 per kg.

Itu jauh lebih besar dibandingkan dengan harga jeruk ke pasar konvensional yang paling banter berharga Rp8.000—Rp10.000.

“Dahulu hanya 30% jeruk saya ke pasar modern. Kini kian meningkat,” kata pekebun jeruk di Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara, itu.

Keruan saja omzet perniagaan jeruk pun meningkat. Lantas apa rahasia Benhil meningkatkan mutu jeruk?

Pekebun jeruk sejak 2002 itu menggunakan perangkat internet of things (IoT) untuk mengecek kesuburan tanah dan menerapkan budidaya intensif pada 2022. Perangkat itu bantuan dari salah satu perusahaan pemasok buah eksklusif di Jakarta.

Menurut pengelola kebun, Parna Jawak, bantuan berupa 10 sensor terdiri atas 5 sensor kesuburan tanah dan 5 sensor cuaca. Total jenderal populasi jeruk 2.300 tanaman di lahan seluas 5 hektare (ha). Artinya masing-masing sensor untuk luasan 1 ha.

“Sejatinya satu sensor efektif hanya untuk luasan 800 m². Oleh sebab itu, peletakan sensor kerap dipindah sesuai kebutuhan,” kata Parna.

Sensor itu berfungsi mendeteksi kandungan unsur hara dalam tanah. Kemudian dikaitkan dengan alogaritma sistem kebutuhan ideal tanaman jeruk sesuai umur. Informasi itu kemudian terkoneksi pada telepon pintar.

“Kami bisa memantau meski berada di luar kota,” kata Parna.

Oleh sebab itu, perlu jaringan internet memadai meskipun di kebun. Parameter kebutuhan pupuk yang terpampang meliputi unsur makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan kalsium (Ca).

“Setelah ada sensor pemupukan jadi kian tepat, karena ada parameter terukur,” kata Parna.

Sensor kesuburan tanah di lahan jeruk.(Trubus/ Muhamad Fajar Ramadhan)

Jika kekurangan unsur hara tertentu Parna tinggal memberi tahu pekerja untuk melakukan pemupukan susulan di area yang kekurangan nutrisi. Sebelumnya parameter pemupukan hanya mengandalkan kebiasaan dan gejala yang terjadi pada tanaman.

Sebanyak 1.500 tanaman produktif berumur lebih dari 5 tahun. Satu tanaman menghasilkan 60—100 kg jeruk per tahun. Artinya kapasitas produksi 90—150 ton per tahun. Sebanyak 60 ton masuk standar mutu pasar modern. Sebelumnya paling banter 30 ton.

“Mutu meningkat terutama kombinasi IoT pemupukan tepat dengan perawatan intensif,” kata sulung 4 bersaudara itu.

Artikel Terbaru

Beras Analog Sukun, Inovasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal

Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai pangan pokok terus mendorong upaya diversifikasi pangan. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan...

More Articles Like This