Trubus.id— Puasa berarti kegiatan tidak makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam (12—18 jam). Banyak riset menyatakan bahwa puasa menyehatkan.
Salah satunya penelitian dari periset di Department of Medicine and the Endocrine Research Center, Shaheed Behesti University of Medical Sciences, Teheran, Iran, Dr. Fereidoun Azizi, yang menunjukkan bahwa puasa baik untuk pencernaan.
Menurut hasil riset Azizi, kontraksi usus akan menurun selang 2 jam selama berpuasa, sehingga puasa bermanfaat pada kolitis spastik dan beragam gangguan motilitas usus. Kontraksi itu disebut Migrating motor complex (MMC), merupakan aktivitas motorik lambung dan usus halus yang berbeda secara mendasar pada keadaan puasa atau baru saja makan.
MMC bermula dari lambung dan bergerak ke arah distal melalui usus halus. Pada keadaan puasa, MMC memiliki pola dominan yang disebut interdigestive myoelectric complex (IDMEC).
IDMEC memiliki fungsi pembersihan, melindungi lambung dan usus halus dari bakteri melalui pendorongan mekanik sisa makanan dan bakteri ke distal dan melalui pelumasan atau lubrikasi lambung dan usus halus melalui peningkatan sekresi asam lambung, aliran cairan empedu dan pankreas.
Dokter di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, dr. Danang Ardiyanto, sepakat bahwa puasa menyehatkan. “Saat puasa tubuh dipaksa teratur, sementara gangguan kesehatan karena ketidak teraturan,” kata Danang.
Dokter yang juga peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional itu menambahkan, keterarturan menyebabkan tubuh memiliki jam biologis. Artinya, fungsi biologis tubuh juga akan teratur.
Menurut Danang, faedah puasa antara lain, dapat menurunkan bobot badan, menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes, dan baik untuk kesehatan mental. “Menurunkan bobot badan asalkan asupan kalori berkurang,” kata Danang. Adapun menjaga kesehatan jantung karena pola makan lebih terjaga dari makanan kaya kolesterol.
Danang menambahkan, beberpa riset menyatakan puasa baik untuk dibetasi karena dapat meningkatkan sensitifitas reseptor insulin. “Insulin yang diproduksi oleh tubuh menjadi lebih efektif, sangat bermanfaat terutama untuk diabetesi mengontrol gula darah tetap stabil,” katanya.
Faedah lain puasa baik untuk kesehatan mental karena bisa mengontrol emosi, sehingga menurunkan, kadar hormon stres. “Puasa yang berarti ibadah akan merangsang hormon endorfin,” kata Danang.
Endorfin bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas, membuat rileks, dan menyenangkan. Namun, dari beragam faedah puasa, Danang mewanti-wanti untuk menjaga hidrasi atau asupan air selama berpuasa.
Minum 1,5—2 liter atau setara 8 gelas harus terpenuhi. “Itu bisa menggunakan metode 2—4—2 , dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan 4 gelas itu di antara berbuka sampai sahur,” katanya.
Lantas bagaimana jika hanya minum air 4 gelas? Menurut Danang, itu bisa ditambah dengan makanan yang memiliki banyak kandungan air. Contohnya buah-buahan, antara lain semangka, jeruk, dan timun suri.
“Intinya hindari risiko dehidrasi, karena akan menyebabkan kelelahan, sakit kepala, kulit kering, dan kram otot,” kata Danang. Senada dengan Danang, pemilik Rumah Herba Sehat (RSH)-24 di Yogyakarta, Yumrotul Khasanah, S.Farm.,Apt., menyarankan mencukupi kebutuhan air selama berpuasa.
Menurut Yumrotul, sehari setelah berpuasa banyak elektrolit tubuh yang terbuang. “Bisa menambah sedikit garam pada air minum ketika berbuka untuk mengganti elektrolit,” katanya.
Yumrotul juga menyarankan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah ketika berpuasa. Tujuannya mencegah sembelit. “Jika perlu bisa mengonsumsi suplemen berupa spirulina dan gamat untuk mencukupi kebutuhan serat, protein asam amino, vitamin dan mineral,” kata wanita yang kerap meresepkan aneka herbal itu. Lantas bagaimana jika ada gejala gangguan pada pencernaan misal pada usus dan lambung? Yumrotul meresepkan segenggam daun iler atau jawer kotok, satu telunjuk masing-masing kunyit, kencur, dan bangle. Semua bahan dipotong, lalu rebus dengan 5 gelas air. Hasil rebusan menjadi 2 gelas, kemudian disaring. Hasil rebusan itu bisa dikonsumsi 2 kali sehari, saat berbuka dan sahur. Harapannya tetap prima meski sedang puasa.
