Saturday, January 24, 2026

Tanaman Penggerus Penyakit Ikan

Rekomendasi
- Advertisement -

Beruntung, peternak ikan di Singasari, Karanglawas, Banyumas itu menebar cacahan batang dan daun kamboja Plumeria acuminata setiap pagi. Seminggu kemudian Osphronemus gourami itu mulai sehat dan nafsu makan pun berangsur-angsur normal.

Pagi itu di pertengahan Oktober 2002 Achmad Munajat terlihat sibuk di kolam. Wajahnya sudah tidak lagi tegang. Malah senyum merekah di bibirnya. Bebeberapa kali tangan ayah 2 anak itu menebar pelet. Ratusan ikan berumur 3—4 bulan langsung menyergap pakan.

Kelahiran Purwokerto 11 Agustus 1961 itu menduga kehadiran penyakit lantaran perubahan musim. Suhu air tidak stabil menyebabkan ikan stres sehingga mudah ditempeli bibit-bibit penyakit, termasuk cendawan Saprolegnia. Umumnya ia memberikan antibiotik yang banyak dijual di toko obat, seperti Oxytetracycline, Streptomysin, dan Chloromycetin. Namun, untuk mendapatkan obat itu butuh waktu lama. Kalau terlambat mengantisipasi serangan penyakit meluas.

Obat leluhur

Munajat ingat pesan orang tuanya untuk menebar batang dan daun kamboja. Tanaman yang biasa tumbuh di kuburan itu memang sejak dulu dipakai sebagai obat luka. Potong batang pada bagian ujung sepanjang 20 cm dari pucuk. “Sebaiknya d i p o t o n g s a a t pagi hari karena getahnya lebih banyak dibanding siang. Getah itulah yang mengikis cendawan dan menyembuhkan borok,” kata ketua kelompok tani Mina Mandiri itu.

Untuk kolam seluas 100 m2 butuh sekitar 10 kg. Batang dan daun dipotong kecil-kecil, lalu ditebar merata di kolam. Biarkan tanaman itu mengambang di permukaan air. Saat perlakuan sebaiknya saluran keluar-masuk air ditutup, tinggi air 1 m dari dasar kolam. Aplikasi dilakukan setiap pagi selama 3 hari. Munajat menyarankan tidak mengganti air. Pergantian air baru boleh dilakukan pada hari ke-4. Agar ikan tidak stres, pergantian air secara bertahap.

Jika jumlah ikan yang terserang sedikit, perlakuan itu dapat dilakukan di kolam bak kecil atau ember. Dosisnya disesuaikan dengan volume air. Menurut pengalaman Munajat ikan mulai menampakkan tanda-tanda sehat p a d a h a r i k e – 15. “Aplikasi ini ternyata tidak berdampak buruk pada induk yang sedang memijah,” ungkap peternak ikan puluhan tahun itu. Kalau sulit mendapatkan kamboja, alternatif lain pulai Astonia scholaris. Tanaman itu juga banyak mengandung getah. Cara aplikasi dan dosis sama dengan kamboja.

Rutin

Tanaman lain, seperti randa nunut Drymaria cordata juga bisa dipakai mengobati penyakit yang disebabkan cendawan. Tanaman itu mudah dijumpai lantaran tumbuh di pinggir sungai. Caranya, ambil 5—10 lembar daun untuk 30 liter air. Remas-remas hingga lumat, lalu peras. Setelah itu ampas diangkat, kemudian masukkan ikan sakit selama 60 menit. Selama perlakuan ikan dikarantina di kolam terpisah agar tidak menular ke yang lain.

Menurut Munajat mengkudu Morinda citrifolia juga efektif mengendalikan penyakit yang disebabkan virus, seperti herpes. Tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah itu sejak dulu terkenal sebagai obat penderita tekanan darah tinggi dan diabetes. “Daunnya disukai nila dan tawes. Bahkan, buah pun sering disantapnya. Bila keduanya diberikan secara rutin dapat meningkatksan daya tahan tubuh,” kata alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Assyafi ah Jakarta itu.

Jika gejala herpes mulai tampak menyerang ikan, maka dapat segera diantisipasi dengan tanaman itu. Ambil 10 lembar daun, lalu remas di wadah yang sudah diisi 5 liter air. Dosis itu untuk ikan berukuran 10 cm.

Daya kerja tanaman untuk menggerus penyakit ikan memang tidak secepat obat-obatan kimia. Namun, “Bila aplikasi itu tepat waktu dan diberikan secara rutin dipastikan ikan sembuh,” ujar Munajat. Pemakaian antibiotik dengan dosis berlebihan justru mencemari lingkungan. Dampak lain muncul penyakit yang resisten terhadap antibiotik. Penggunaan antibiotik pun harus dikonsultasikan dengan ahli.

Oleh karena itu tanaman dapat digunakan sebagai alternatif. Toh, untuk tanaman itu relatif gampang diperoleh karena tumbuh di pekarangan. Terlebih lagi saat ini sedang tren pestisida nabati. “Pemakaian tanaman tidak berdampak buruk pada lingkungan dan aman buat manusia,” ujar ketua Forum Paguyuban Peternak Gurami Banyumas itu.

Cara cegah

Selain pengobatan, ada 2 hal yang perlu diperhatikan peternak ikan agar selamat dari sergapan penyakit maut, yaitu mempertahankan daya tahan tubuh dan kualitas air. Menurut Munajat beberapa tanaman terbukti bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh ikan, seperti ubi jalar Ipomoea batatas, pepaya Carica papaya, bandotan Ageratum conyzoides, dan sente Alocasia macrorhiza.

Tanaman yang mudah dijumpai di sembarang tempat itu dapat ditebar ke kolam sebagai pakan. Jumlah pemberiannya harus diatur, idealnya, 30% dari bobot tubuh ikan. Frekuensi 2—3 kali/hari. Namun, begitu serangan penyakit menggila saat musim hujan, dosis pakan dapat ditingkatkan hingga 50% dari bobot ikan. Pengalaman Munajat pemberian sente secara terus-menerus ketika wabah berlangsung dapat menekan kematian ikan.

Bonggol sente pun ternyata bagus untuk meningkatkan fekunditas—jumlah telur yang menetas hingga 12,5%. “Bonggol yang dicacah-cacah kecil, lalu diberi EM4 atau ragi selama 3 hari juga meningkatkan nafsu makan ikan,” kata Munajat.

Selain sebagai pakan, ubi jalar, pepaya, dan bandotan juga berfaedah sebagai antistres benih ikan saat pengiriman. Ambil 20 lembar bandotan, lalu remas di air. Setelah disaring cairan berwarna hijau itu dimasukkan ke kantong yang sudah berisi benih.

Kalau daun pepaya cukup 2 lembar saja. Setelah diremas-remas dengan tangan hingga lumat, masukkan ke jeriken berisi 300 benih sebesar daun kelor. Bahkan, batang pepaya pun digemari gurami. Daging putih di batang mengandung nutrisi tinggi. “Induk yang diberikan cacahan batang menghasilkan telur lebih tinggi 10% dibanding yang tidak diberi pakan itu,” ujar Munajat sambil menunjuk kolam induk.

Seringnya penyakit muncul di kolam lantaran kualitas air buruk. Munajat membuktikan beberapa tanaman, seperti lampesan Scutellaria discolor, tetean Durante repens, dan pisang Musa paradisiaca dapat menurunkan pH air. Tanaman itu cocok ditebar ketika musim kemarau. Saat itu terjadi respirasi yang menaikkan pH air. (Nyuwan SB)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img