Trubus.id— Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Senyawa itu banyak terdapat dalam makanan seperti jeroan, emping, dan sarden. Asam urat berfungsi membentuk inti-inti sel. Namun, yang diperlukan tubuh hanya sedikit. Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%) dan ginjal (70%).
Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus.
Akibatnya terjadi peradangan—biasa disebut arthritis gout—akut. yang ditandai rasa nyeri di persendian. Untuk mengobati asam urat, herbalis kerap menggunakan sambilata. Namun, sambilata tidak digunakan tunggal.
Sambilata dikombinasikan dengan tempuyung, temulawak, dan lada yang dibuat dalam bentuk kapsul. Untuk pasien asam urat kronis, biasanya ditambahkan daun salam dan akar alang-alang untuk memperbaiki kerja ginjal.
Sambilata mengandung lakton dan kolmegin yang memberi efek antidepresan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Sedangkan daun tempuyung kaya akan kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urine sehingga meningkatkan ekskresi asam urat saat berkemih.
Temulawak yang mengandung kurkumin dan minyak asiri bekerja memperbaiki kerja ginjal agar ekskresi asam urat meningkat. Kandungan piperin, piperanin, dan chavaicin pada lada berfungsi merangsang kelenjar pencernaan sehingga mempercepat pembakaran lemak yang menghambat ekskresi asam urat.
Meski sambilata ampuh meredakan nyeri akibat asam urat, tetap harus dibarengi pola makan sehat. Pasien sebaiknya menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung purin dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu, sintesis dan ekskresi asam urat bisa seimbang sehingga kadarnya dalam darah tetap normal.
