Saturday, August 13, 2022

Tanpa Beras Sejak 1924

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Warga Kampung Cirendeu di Cimahi, Jawa Barat, tidak menyantap nasi sejak 1924. Berawal dari kecemasan sesepuh kampung lantaran hasil bumi kerap dirampas pemerintah kolonial, warga lantas mengkonsumsi singkong. Meski sulit, toh konversi itu berhasil. Mereka terbiasa mengkonsumsi beras singkong alias rasi. Setelah dikukus, bentuknya memang mirip nasi, tapi dengan kadar protein lebih rendah.

tanpa-beras-sejak-1924Rasi dibuat dengan mengupas lalu memotong-motong umbi singkong hingga menjadi potongan sebesar 5—10 cm. Potongan itu lalu dibilas air bersih sebanyak 3 kali masing-masing selama 5—10 menit untuk menghilangkan zat asam sianida yang bersifat racun. Selanjutnya potongan itu dihaluskan lalu diperas. Air perasan kemudian diendapkan sehari semalam hingga menggumpal membentuk aci. Dari 100 kg singkong diperoleh 35 kg aci dan 15 kg ampas yang masih sedikit mengandung aci. Yang disebut terakhir itu lantas dibuat rasi.

Kini, tepung rasi tidak melulu sebagai pengganti nasi. Olahan lain berupa awug (kukusan tepung singkong dengan gula merah), katimus bahkan egg roll, kue lidah kucing, dan kue kering. Singkong dibudidayakan sepanjang tahun di Cirendeu. Warga menanamnya di lahan baladahan alias lahan garapan seluas 50 ha di sekitar Gunung Gajahlangu, Gunung Jambi, dan Gunung Puncaksalam yang mengitari desa berjarak 5 km dari pusat kota Cimahi. Penanaman singkong ditumpasarikan dengan jagung.***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img