Wednesday, January 28, 2026

Teknik Ini Bisa Membuat Buah Manggis Awet Sebulan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pekebun buah manggis tentu berkeinginan menembus pasar ekspor. Namun, untuk mewujudkan itu, pekebun harus memastikan agar manggis saat sampai di pasar mancanegara masih tetap segar dan awet.

Menurut I Dewa M.C. Santosa, dosen Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali, cara agar manggis tetap awet dan segar yakni dengan teknik pengemasan. Caranya, dengan menyuntikkan atau menyemprotkan nitrogen pada kemasan manggis.

Mengapa menggunakan nitrogen? Santosa menuturkan, perlakuan yang dilakukan adalah menjaga agar tidak terjadi oksidasi pada manggis. Oksidasi itulah yang menyebabkan kualitas manggis menurun.

Sebagai upaya pencegahan penurunan kualitas, manggis harus dikemas dengan menyuntikkan nitrogen pada kemasan. Penyuntikan nitrogen hanya menghilangkan oksigen dalam kemasan. Nitrogen tidak meracuni manggis.

Setelah pengemasan dan penyuntikan nitrogen, simpan manggis dalam kemasan di lemari pendingin dengan temperatur 10–15°C. Penyemprotan nitrogen dan penyimpanan dalam lemari pendingan mampu mengawetkan buah hingga 4 pekan atau sekitar 1 bulan. Kulit buah berwarna merah dan cuping hijau segar. Adapun manggis tanpa perlakuan berwarna hitam dan kulitnya mengeras. Cupingnya pun mengering pertanda buah rusak.

Menurut Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P., Guru Besar di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, teknologi yang diterapkan Santosa itu adalah teknik pengemasan vakum.

Pengemasan vakum didasarkan pada prinsip pengeluaran udara dari kemasan sehingga tidak ada udara dalam kemasan yang menyebabkan produk rusak. Mekanismenya, kemasan berisi manggis dikosongkan udaranya, ditutup, dan direkatkan. Dengan ketiadaan udara dalam kemasan, kerusakan akibat oksidasi dihilangkan.

“Dengan begitu, kesegaran produk yang dikemas bertahan 3–5 kali lebih lama daripada produk tanpa pengemasan nonvakum,” tuturnya.

Teknologi itu digunakan untuk mengemas bahan pangan dengan prinsip memberi tekanan pada kemasan hingga menggembung. Sebelum pengemasan, pekebun menambahkan gas nitrogen yang berguna untuk melindungi produk agar tidak rusak ketika diberi tekanan.

Sucipta menuturkan, pengemasan vakum memiliki kelemahan. Harga alat pengemas vakum relatif mahal. Alat pengemas vakum juga membutuhkan energi listrik yang besar sehingga biaya operasional lebih tinggi.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img