Tuesday, July 23, 2024

Teknologi Genomik dan Bioteknologi untuk Rakit Varietas Unggul Kedelai

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Kekeringan merupakan dampak dari perubahan iklim. Hal itu dapat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman seperti kedelai. Varietas kedelai yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi salah satu kunci.

Menurut Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Tanaman Pangan, ORPP BRIN, I Made Tasma, perlu  pemuliaan yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi pemuliaan lebih modern untuk varietas kedelai.

Ia mengungkapkan kedelai merupakan tanaman asli Tiongkok. Berkembang baik di Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina. Kedelai mulai ditanam di Indonesia pada  abad ke-13. Lazimnya kedelai menjadi bahan baku tempe. Penganan itu mulai dikonsumsi pada abad ke-17.

“Meski proses domestifikasi kedelai di Indonesia telah dilakukan selama berabad-abad namun produktivitas dan produksi kedelai nasional masih rendah. Kendala lain adalah keragaman genetik kedelai sempit karena pemulia cenderung menggunakan genotype elit pada program pemuliaannya (persilangan Good X Good),” ujar Tasma dilansir pada laman BRIN

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pemanfaatan kerabat liar yang diidentifikasi memiliki banyak karakter unggul dalam program pemuliaan. Menurutnya hal itu menjadi penting untuk mengatasi rendahnya keragaman genetik kedelai. 

Menurut Tasma peran teknologi genomik menjadi sangat penting untuk pemanfaatan karakter unggul kerabat liar tersebut pada program pemuliaan kedelai. Ia menuturkan perlu eksplorasi keanekaragaman hayati di Indonesia  untuk menemukan gen untuk pemulian tanaman.

Teknologi genomik modern seperti high throughput next generation sequencing (NGS) dan high throughput SNP array technologie dapat dilakukan untuk proses tersebut.  Penemuan gen dan penanda sifat itu bermanfaat untuk perbaikan tanaman dalam program pemuliaan tanaman. 

Ia menuturkan data genomik seperti variasi single nucleotide polymorphisme (SNP), insertion and deletion (InDels), copy number variation (CNV), sumber daya pemuliaan sangat penting. 

Tujuannya untuk mempercepat program pemuliaan kedelai dalam perakitan ragam jenis varietas kedelai untuk  menghadapi tantangan perubahan iklim.  Menurut Tasma teknologi genomik penting untuk memeroleh gen-gen unik dengan NGS HiSeq. 

Ia menuturkan total 12 genotip kedelai telah diurutkan ulang bersama dengan 46 genom yang mencakup 8 komoditas pertanian lain.  Pada pemetaan genom itu juga diperoleh lebih dari 48,63 juta variasi Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang terdiri dari lebih dari 45 juta variasi SNP dan  dari 3,5 juta INDELs. 

Ia menuturkan penemuan SNP dan INDEL merupakan sumber daya pemuliaan  penting untuk penemuan gen dan pengembangan marka molekuler (gene and marker discoveries) untuk mempercepat program pemuliaan.

“Data genom tersebut (termasuk data genom selain kedelai)  telah dikelola di Genome Browser berupa data base  Pusat Genome Pertanian Indonesia, dan data tersebut dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan baik komunitas ilmiah di dalam negeri maupun pada komunitas ilmiah level global,” ujar Tasma pada pada acara Webinar Teras TP #6  yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Ia menuturkan pemuliaan kedelai untuk peningkatan produktivitas dengan memanipulasi karakter long juvenile dan pemuliaan kedelai toleran kekeringan sedang berlangsung (underway)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img