Monday, January 26, 2026

Tiga Avokad Legit

Rekomendasi
- Advertisement -

Tiga avokad lokal bercita rasa pulen, legit, dan manis.

Avokad simas berdaging kuning
kunyit, pulen, dan memiliki
kandungan minyak tinggi. (Dok. Roni Krismawan)

Trubus — Zoel Suparta membelah avokad segenggaman tangan. Begitu buah Persea americana terbelah, tampak daging buah kuning pekat. Ia memotong avokad seukuran dadu dan melahapnya. “Cita rasa daging buah lengket dan pulen tanda mengandung lemak tinggi. Ada juga rasa gurih,” kata penggemar avokad di Kota Tangerang, Provinsi Banten, itu. Zoel mengatakan, tekstur daging buah kering, lembut, tanpa serat.

Roni Krismawan bersama
avokad simas hasil budidaya
di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Dok. RoniKrismawan)

Itulah sederet kelebihan avolad simas yang berkulit mengilap. Keunggulan lain avokad simas yaitu masa simpan. Roni Krismawan pekebun avokad simas di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengatakan setelah simas matang, buah bisa bertahan lebih dari 10 hari sebelum membusuk. Masa simpan avokad lain rata-rata 5—6 hari.

Pedagang keliling

Roni menuturkan, “Ketika buah avokad dipotong-potong biasanya dalam waktu setengah hari sudah membusuk, tetapi buah simas bisa bertahan hingga 3—4 hari. Jika disimpan di kulkas bahkan bisa bertahan hingga 2 minggu.” Avokad simas berbobot 600—900 gram per buah. Produktivitas pohon berumur 4 tahun mencapai 40 kg setiap panen. Setahun kemudian produksi melonjak menjadi 90 kg.

Asal-usul avokad simas pun masih misteri. Roni mengatakan, “Istri membeli bibit dari tukang bibit keliling 6 tahun lalu, lalu ditanam dan keluarlah buah simas. Kemungkinan besar merupakan avokad lokal Indonesia.” Ia lantas memperbanyak tanaman dengan teknik sambung yang tersebar di seluruh dusun Geneng. Kini umur pohon mencapai 1—3 tahun setinggi 2—2,5 meter.

Avokad si keling berkulit hitam dan berbiji agak besar dengan rasa yang lezat. (Dok. Indra Saputra)

Menurut Rony pohon simas magori atau panen perdana pada umur 4 tahun sejak disambung pucuk lantaran batang bawah kala itu masih kecil. Produktivitas mencapai 90 kg per pohon yang berumur 5 tahun. Banyak pehobi yang jatuh hati pada simas dan menanamnya. Oleh karena itu, banyak yang membeli bibit simas sejak tiga tahun lalu. Rony mengirimkan bibit avokad itu ke berbagai kota di Indonesia seperti Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Singkawang (Provinsi Kalimantan Barat), dan Palu (Sulawesi Tengah).

Avokad baru lain bernama keling—mengacu pada warna kulit buah yang cenderung cokelat gelap. Warna daging buah kerabat kayu manis itu kuning bak mentega. Namun, biji agak besar. Avokad keling itu koleksi Indra Saputra di Kota Depok, Jawa Barat. Cita rasa daging buah amat pulen, kering, dan manis. Pria 27 tahun itu mengoleksi sebuah pohon yang kini berumur 3 tahun yang tumbuh di halaman depan rumahnya.

Si budug memiliki aroma alpukat yang kuat, lembut, dan pecah di mulut. (Dok. Indra Saputra)

Menurut Indra keling tumbuh dari bibit sambung pucuk dan tidak diketahui asal-usul tanaman induk. Tinggi tanaman mencapai 8 meter. Produktivitas keling mencapai 150 kg per pohon dan cenderung meningkat seiring dengan penambahan umur pohon anggota famili Lauraceae itu. Indra memprediksi panen avokad keling 200 kg pada 2019. Musim berbuah keling pada September—Desember.

Budug

Indra Saputra penggemar avokad di Kota Depok, Jawa Barat. (dOK. Indra Saputra)

Selain keling, Indra Saputra juga mengoleksi avokad lain bernama budug. Ia menyebut nama budug mengacu pada penampilan kulit buah yang cenderung kasar atau tidak mulus. Penampilan luar memang kurang menarik. Namun, cita rasa budug amat yahud. Indra mengatakan ciri khas budug beraroma avokad yang sangat kuat, lembut tak berserat, dan manis. Namun daging buah avokad budug tidak terlalu kering.

Meski tampilan buah kurang menarik, banyak penggemar avokad budug. Setiap kali panen, avokad budug terserap pasar. Indra menjual budug Rp40.000—Rp70.000 per kg. Pohon avokad budug tumbuh di halaman Indra. Namun, asal-usul pohon tidak jelas. Pohon berumur 3 tahun itu bertajuk merimbun. Tinggi pohon mencapai 8 meter. Indra memanen perdana avokad budug pada tahun ke-5 setelah disambung pucuk.

Produktivitas mencapai 100 kg per pohon. Bobot avokad budug mencapai 300—700 gram per buah. Para pehobi kini memiliki pilihan lain jika hendak mengonsumsi buah asal Lembah Tehuakan, Meksiko itu, yakni simas, keling, atau budug. Cita rasa ketiganya lezat, produktif, dan bersifat genjah. (Tamara Yunike)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img