Saturday, April 20, 2024

Tiga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Dirikan Imah Magot Bantaran : Solusi Pengelolaan Sampah Organik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Imah Magot Bantaran merupakan tempat pengelolaan sampah organik  yang diinisiasi tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung yakni Muhammad Aufa Rahdi Sirait, Seranti Ninan Nury, dan Hasna Khadijah. 

Tempat pengelolaan sampah organik berbais maggot Black Soldier Fly (BSF)  itu berada di Dago Pojok, Kecamatan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan Imah Magot Bantaran sudah berlangsug sejak Januari 2024.

Total sudah mengolah sekitar 1 ton sampah sisa makanan. Pada 2023 Aufa dan rekan sudah berencana dan berdiskusi langsung kepada praktisi dan komunitas untuk pengelolaan sampah itu.

Imah Magot Bantaran berfokus pada pengelolaan sampah sisa olah dapur (SOD) dari masyarakat sekitar. Saat ini sudah lebih dari 50 kepala keluarga yang mengikuti pengelolaan sampah sisa makanan tersebut.

Program pembangunan dan peralatan Imah Magot Bantaran mendapat dukungan dari WRI Indonesia. Sementara untuk perencanaan program didukung The Local Enablers. Dalam prosesnya, tim berkolaborasi dengan tokoh dan masyarakat setempat.

Tim memberikan edukasi pada masyarakat sebelum tahap pengelolaan sampah. Edukasi itu meliputi pilah sampah, ragam manfaat maggot, dan pembagian ember 5 liter khusus sampah organik.

Hasna menuturkan bahwa magot itu tidak menyebarkan penyakit. Selain itu seluruh siklusnya juga bermanfaat. Adapun sampah organik merupakan pakan bagi maggot BSF itu sendiri Larva BSF sendiri dapat mengonsumsi sampah organik 1—3 kali bobot badan magot.

Sementara Aufa menurutukan bahwa kedepan produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF seperti magot dan kasgot akan dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat sekitar.

Halnya kegiatan urban farming (Buruan Sae) mengolah magot menjadi pakan ayam, ikan, dan subtitusi kompos. “Dari masyarakat merasa terbantu. Awalnya sampah-sampah tercampur, kemudian disediakan wadah pemilahan dan dijemput ke satu titik penjemputan. Itu membantu dan membuat lingkungan di dalam rumah rapi dan tidak bau,” ujar Hasna dilansir dari laman ITB.

Senada dengan hal itu Seranti menambahkan, selain menjadi motivasi harapannya program ini dapat dilihat hasilnya oleh pemerintah sebagai solusi menangai sistem permasalahan sampah di Kota Bandung.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berkat Trubus POC Petani di Berastagi Panen Horenso 56% Lebih Tinggi

Trubus.id— Manfaat Trubus pupuk organik cair kian dirasakan sejumlah petani. Petani di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img