Thursday, December 8, 2022

Tiga Spektakuler di Titiwangsa

Rekomendasi

Total ada 11 jenis nepenthes yang tumbuh di malaysia barat itu. Tiga di antaranya endemik dan berpenampilan spektakuler. Mereka adalah nepenthes macfarlanei, n. Ramispina, dan n. Sanguinea.

 

 

Ketakung yang disebut pertama mudah dijumpai di sepanjang bagian barat Semenanjung Malaysia, yaitu di Perak bagian selatan, Selangor bagian utara, dan Pahang Barat. Ia tumbuh epifit dan terestrial di hutan bagian bawah dan atas gunung di ketinggian 900-2.150 m dpl. Tumbuh di antara semak dan bisa memanjat hingga 4 m.

Kantong bawah nepenthes yang namanya berasal dari nama ahli botani asal Skotlandia, John Macfarlane, itu berukuran jumbo. Yang saya temukan, panjang 26 cm dan lebar 9 cm. Bentuk kantong bawah beragam, oval di bagian bawah kemudian atasnya silindris. Ada juga yang bagian bawahnya kecil kemudian melebar hingga atas. Warna kantong bawah mirip N. gracillima. Bagian luar kuning, hijau kekuningan, hijau muda, atau jingga dengan bercak merah tua atau ungu kehitaman. Sementara bagian dalam, kuning atau krem dengan bercak merah atau ungu.

Ada 2 sayap selebar 10 mm yang terdapat di depan kantong. Peristom berwarna kuning, jingga, merah, atau ungu. Biasanya juga bergaris merah tua, ungu, atau hitam. Tutup kantong kuning, jingga atau kemerahan, dengan bercak merah tua, ungu, atau hitam.

Kantong atas macfarlanei mudah dibedakan dengan kantong bawah. Kantong atas mirip kerucut terbalik, bagian bawah kecil kemudian melebar di bagian atas. Di bagian depan kantong terdapat 2 garis vertikal berwarna ungu atau merah tua. Umumnya warna kantong atas macfarlanei sama dengan kantong bawah. Namun, warna kantong atas lebih terang dan jelas. Misalnya kantong bawah berwarna hijau berbercak ungu tua, maka kantong atas, hijau terang dengan bercak ungu. Yang saya lihat saat eksplorasi panjangnya 24 cm, lebar 7 cm.

Merah darah

N. sanguinea, Nepenthes yang namanya diambil dari bahasa Latin sanguineus, artinya merah darah, tumbuh di ketinggian 300-1.800 m dpl. Namun, periuk kera itu paling banyak ditemukan di atas 1.000 m dpl. Di sana sanguinea tumbuh di antara semak di hutan bagian bawah dan atas gunung. Kobe-kobe itu juga bisa dilihat di lereng berlumut dan tepi jurang.

Untuk ukuran kantong, sanguinea lebih besar dibanding macfarlanei. Panjang kantong bawah sanguinea yang ditemukan kali ini 35 cm dan lebar 7 cm. Bentuknya menarik karena berpinggang seperti kantong atas N. alba. Di bagian depan kantong terdapat 2 sayap yang tumbuh vertikal mulai tepat di bawah peristom hingga dasar kantong. Lebar sayap 8 mm dengan panjang filamen 12 mm.

Kantong bawah sanguinea berwarna senada dengan tutupnya: merah, merah tua atau ungu, tapi terkadang hijau kekuningan, jingga, atau hitam keunguan dengan bercak ungu atau merah tua. Bagian dalam kantong berwarna krem atau hijau kekuningan dengan bercak ungu atau merah. Sementara peristom, merah atau ungu dengan warna semakin gelap ke bagian belakang kantong.

Kantong atas sanguinea mirip kantong bawah, berpinggang. Namun, lebih ramping. Yang saya dokumentasikan panjangnya 28 cm dan lebar 6 cm. Sayap pun sudah tak dijumpai lagi. Kantong atas, tutup, dan peristom sanguinea berwarna kuning, hijau, jingga, merah, atau ungu kemerahan, dengan bercak merah tua. Sementara bagian dalam, kuning atau krem. Biasanya kantong atas sanguinea memiliki 2 titik seperti mata di bagian dalam kantong, tapi tak sejelas N. reinwardtiana asal Kalimantan dan Sumatera, Indonesia.

N. ramispina

Dilihat dari bentuk kantong, N. ramispina paling mudah dibedakan dengan nepenthes lain di Malaysia. Kantong bawah berpinggang dan bentuknya sangat langsing. Yang saya temukan, panjangnya 22 cm dan lebar 5 cm. Sama dengan nepenthes pada umumnya, di bagian depan kantong terdapat 2 sayap selebar 8 mm dengan filamen 12 mm.

Ramispina yang terkena sinar matahari langsung, berwarna lebih gelap dibanding yang tumbuh di bawah naungan. Bagian dalam kantong berwarna hijau kekuningan. Pada kantong muda peristom berwarna kuning terang dan berubah seiring waktu jadi ungu atau hitam pada kantong tua. Permukaan bagian atas tutup berwarna hitam dan bagian bawah kuning, jingga, atau kemerahan.

Kantong atas ramispina jarang dijumpai karena hanya diproduksi ketika tanaman membentuk batang memanjat. Jumlahnya sedikit dan muncul setelah kehadiran kantong tengah yang berwarna cokelat keunguan dengan bercak hitam. Kantong atas dan tutup permukaan atas ramispina berwarna hijau atau hijau kehitaman. Sementara kantong bagian dalam dan permukaan bawah tutup, kuning terang atau hijau terang.

Ramispina tumbuh epifit dan terestrial di ketinggian 900-2.000 m dpl. Nepenthes duri bercabang (ramus = cabang dan spina = duri)-berdasarkan bentuk taji di belakang tutup kantong-itu membentuk batang memanjat hingga 5 m di antara semak.

Di Malaysia Barat hibrida alami ramispina, macfarlanei, dan sanguinea mudah dijumpai lantaran mereka tumbuh berdampingan. Antara lain di dataran tinggi Genting di Banjaran Titiwangsa.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img