Tiga Unggul Jagung Anyar

Rekomendasi
Jagung hibrida memiliki potensi produksi tinggi.
Jagung hibrida memiliki potensi produksi tinggi.

Varietas jagung baru BR-2 dan BR-4 tahan bulai, produktivitas tinggi, dan kaya nutrisi.

Garis-garis kuning tampak jelas dari pangkal hingga ujung daun jagung yang tumbuh di lahan Saddin Kasio. Garis-garis kuning itu lama-kelamaan melebar sehingga akhirnya membentuk seperti guratan-guratan pita. Menurut peneliti di Balai Penelitian Tanaman Serealia, Ir Andi Haris Talanca, gejala itu menunjukkan jagung terkena penyakit bulai. Pekebun jagung di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu masygul.

Zea mays di lahan 1.428 m2 itu terancam pertumbuhannya. Hingga kini penyakit akibat cendawan Peronosclerospora maydis itu momok bagi pekebun jagung. “Jika sudah terserang petani bisa gagal panen,” kata Haris Talanca. Pekebun biasanya melakukan beragam cara untuk mencegah serangan penyakit utama jagung itu seperti memanfaatkan varetas tahan bulai. Varietas anyar tahan bulai antara lain BR-2 dan BR-4.

Sutardjo, pemulia jagung BR-2 dan BR-4 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Sutardjo, pemulia jagung BR-2 dan BR-4 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Produksi tinggi
Jagung BR-2 dan BR-4 hasil pemuliaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Nama varietas itu singkatan dari lembaga itu dan Prof Dr Ir Fred Rumawas—pemulia jagung asal Institut Pertanian Bogor. Menurut Sutardjo, anggota tim perekayasa jagung BPPT, salah satu syarat bibit jagung yang lolos uji dan siap dilepas ke masyarakat harus tahan terhadap penyakit bulai. Kelebihan lain, kedua varietas jagung itu tergolong genjah karena masak fisiologis lebih cepat, yakni 85—87 hari.

Jagung BR-2 mempunyai keunggulan produksi tinggi, mencapai 10,2 ton per ha. Jumlah itu jauh lebih tinggi daripada rata-rata produksi jagung nasional yang hanya 7 ton per ha. Menurut Ir Andi Haris Talanca, hasil panen jagung hibrida diharapkan lebih dari 10 ton per ha. Beda dengan jagung komposit yang hasilnya kurang dari 10 ton per ha.

Menurut Fred Rumawas, BR-2 hasil persilangan tetua jantan jagung berkode D-13 dan tetua betina D-25. Guru besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan D-13 berkadar protein hingga 13,7%, tahan terhadap penyakit bulai, dan berumur genjah, yakni 85 hari. Adapun kelebihan tetua betina D-25 berkadar protein 12,25% dan berumur panen sama.

Produktivitas jagung BR-2 10,2 ton per hektar dan bulir berlemak tinggi.
Produktivitas jagung BR-2 10,2 ton per hektar dan bulir berlemak tinggi.

Sementara BR-4 adalah hasil persilangan tetua jantan D-72 dan tetua betina berkode 135. Kelebihan jagung D-72 berproduktivitas tinggi, berkadar protein 12,06%, genjah, dan tahan penyakit bulai. Adapun keistimewaan tetua betina 135 bertongkol dua, produktivitas tinggi, dan tahan terhadap penyakit bulai. Dari persilangan itu lahirlah BR-4 yang produktivitasnya mencapai 10,6 ton per ha.

Sutardjo mengatakan dari segi morfolgi jagung hibrida BR-2 dan BR-4 hampir mirip. Keduanya mempunyai tingkat keseragaman tumbuh yang tinggi. Tongkol jagung BR-2 rata-rata muncul pada ketinggian 98,8 cm, sedangkan BR-4 pada ketinggian 103,8 cm. Munculnya tongkol pada ketinggian itu membuat proses penyerbukan menjadi sempurna sehingga tongkol penuh terisi butiran jagung.

Tongkol jagung berbentuk silindris dengan kelobot atau kulit buah menutup dengan baik. Baris biji lurus dan rapat dengan jumlah 14—16 baris per tongkol. Panjang tongkol BR-2 rata-rata 15,3 cm, sedangkan BR-4 16 cm. Batang kedua varietas itu kokoh dengan perakaran cukup kuat sehingga tanaman jagung tahan rebah.

Produktivitas jagung BR-4 10,6 ton per hektar dan bulir berpati tinggi.
Produktivitas jagung BR-4 10,6 ton per hektar dan bulir berpati tinggi.

Tinggi nutrisi
Sutardjo menuturkan keunggulan lain kedua varietas itu adalah kandungan nutrisinya yang tinggi sehingga cocok untuk bahan pangan. Jagung varietas BR-2 mengandung kadar lemak tinggi, yakni mencapai 11,29%. Menurut Prof Dr drh Clara Meliyanti Kusharto, M.Sc, ahli gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, lemak yang terdapat dalam jagung merupakan lemak nabati yang mengandung kolesterol baik high density lipoprotein (HDL) cukup tinggi.

Di dalam tubuh lemak diproses saat berada di usus. Usus akan memproduksi enzim lipase untuk memecah lemak di dalam tubuh. Meningkatnya kadar HDL dalam tubuh dapat mencegah penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Sementara BR-4 berkadar pati tinggi, yakni mencapai 71,96%. Menurut Clara pati atau amilum adalah polisakarida dan merupakan bahan yang paling cepat dicerna tubuh.

Bahkan, pada saat dikunyah dalam mulut pun pati sudah mulai dicerna oleh enzim amilase yang terdapat dalam air liur. Enzim itu mengubah pati menjadi glukosa yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Pada perusahaan industri makanan, pati jagung dan lemak jagung kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku. Salah satu olahan pati jagung adalah gula jagung yang banyak beredar di pasaran.

Sementara lemak jagung dapat diolah menjadi minyak diduga memiliki kandungan asam lemak jenuh yang lebih rendah. Keunggulan lain, kedua varietas jagung itu juga mampu tumbuh baik di lahan pasang-surut atau rawa. Ahli manajemen tanah dan air Universitas Sriwijaya, Prof Dr Ir Robiyanto Hendro Susanto MAgr Sc, menyatakan, uji lokasi varietas BR-2 dan BR-4 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mampu menghasilkan jagung rata-rata 5 ton per ha.

“Dengan perawatan minimal, jumlah hasil panen itu hampir sama dengan jagung bibit unggul lain yang mampu mencapai 6 ton per ha,” tutur Robiyanto. Sudah tinggi produksi, tahan serangan penyakit bulai pula. Apalagi kedua jagung baru itu juga kaya nutrisi. Itu tiga keunggulan yang didambakan para pekebun. (Muhammad Awaluddin/Peliput: Bondan Setyawan)

549_ 34_3

 

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Kandang Bersih Tanpa Bau Dukung Produksi Susu Kambing

Kandang modern menjadi kunci keberhasilan Rahmat Bintang Ramadhan dalam menjaga kualitas susu kambing perah di Prabhu Farm, Sleman, Daerah...

More Articles Like This