Trubus.id—Tim dosen di Politeknik Negeri Subang (Polsub) yakni Dwi Vernanda, Nunu Nugraha Purnawan, dan Tri Herdiawan Apandi menciptakan alat pendeteksi kemanisan buah nanas Ananas comosus berbasis internet of think (IoT).
Dwi Vernanda menjelaskan bahwa keunggulan alat bernama Smart IoT itu mendeteksi tingkat kemanisan dan tanpa merusak fisik dan buah nanas itu sendiri.
Menurut Dwi selama ini petani, penjual, dan pengepul menentukan kemanisan buah secara subjektif berdasarkan aroma dan warna kulit buah nanas.
Artinya berdasarkan perspektif sendiri tanpa standarisasi kemanisan. Selain itu, menurut Dwi mengamati kemanisan buah secara manual membuat proses pemilihan menjadi tidak efisien, sehingga memakan waktu yang lama.
Hal itulah yang mendorong tim peneliti berssama mahasiswa Program Studi D-3 Sistem Informasi berinovasi membuat Smart IoT itu.
Nunu menuturkan bahwa alat canggih itu membagi kategori kemanisan menjadi tiga kelas yakni manis A dengan nilai 14—17obrix, manis B (10—13 obrix), dan manis C (kurang dari 10 obrix).
Nunu menuturkan bahwa Smart IoT mampu mendeteksi kemanisan buah nanas tanpa merusak fisik dari buah itu sendiri. Hal itu berdampak pada kualitas nanas.
Harap mafhum konsumen melihat kualitas buah nanas berdasarkan ciri fisik seperti ukuran, warna kulit, bentuk mahkota, tingkat kemanisan, kadar air, dan vitamin.
Melansir pada laman Direktorat Jenderal Vokasi pengguna alat itu selain petani juga pengepul dan pedagang. Tujuannya memastikan nanas berkualitas hingga tangan konsumen.
Smart IoT sudah diterapkan di petani dan pengepul nanas Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Harap mafhum Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra buah nanas dan menyuplai untuk industri dan pasar swalayan.
“Ini sangat membantu kami, khususnya pengepul seperti saya untuk memilah buah nanas secara otomatis. Apalagi konsumen saya para industri pengolahan nanas dan juga ke beberapa industri di Jepang,” ujar pengepul buah nanas Yadi Ruhyadi.
