Trubus.id— Puasa menyebabkan mulut kering sehingga terjadi perubahan pola kuman dalam mulut. Bau mulut alias halitosis terjadi ketika saluran pencernaan dan rongga mulut kering. Itu karena aktivitas mengunyah makanan terhenti ketika puasa, sehingga produksi air liur turun.
Mulut yang kering meningkatkan pertumbuhan bakteri anaerob. Bakteri itulah yang kemudian membuat bau mulut. Untuk mengatasi masalah bau mulut dapat menggunakan temulawak. Riset M Hariadi Putranto dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, menguak khasiat temulawak terhadap bakteri penyebab bau mulut.
Periset itu menduga temulawak memilki zat aktif xanthorrizol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Temulawak juga mengandung flavonoid dan saponin.
Flavonoid bersifat koagulator protein, yaitu membuat protein menjadi menggumpal sehingga tidak dapat berfungsi. Akibatnya bakteri tidak memperoleh sumber protein untuk tumbuh. Sementara saponin sohor sebagai antibakteri.
Agar stamina tetap terjaga dan terhindar dari beragam permasalah kesehatan ketika berpuasa, sebaiknya perhatikan pula asupan makanan selama Ramadan. Menu yang baik adalah menu yang seimbang.
Artinya menu makanan ketika sahur atau berbuka itu cukup sesuai kebutuhan, tidak kurang maupun berlebih. Semakin beragam jenis makanan yang dikonsumsi semakin baik. Itu karena zat gizi dalam makanan akan saling melengkapi sehingga kebutuhan terhadap zat gizi terpenuhi.
Dari beragam menu, buah dan sayur sebagai menu wajib. Sayuran dan buah dapat mengurangi sembelit dan memperlancar buang air besar. Kesehatan tubuh secara keseluruhan juga akan terjaga dengan konsumsi buah dan sayur.
