Trubus.id — Bunga krisan kerap disukai karena keelokannya. Oleh karena itu, bunga krisan sering digunakan sebagai bunga potong, penghias ruangan, dan dekorasi pernikahan. Berikut ini berbagai perawatan seputar bunga krisan, mulai dari perawatan saat budidaya hingga perawatan pascapanen agar krisan awet.
Perangsang akar nabati
Merangsang akar tak harus melulu dengan bahan kimia. Ada bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan relatif hemat biaya. Caranya, ambil 10–15 siung bawang merah, lalu letakkan di wadah. Beri tambahan air kira-kira sebanyak 100 ml ke dalam wadah tersebut.
Tumbuk bawang sampai halus. Siapkan bibit krisan yang akan ditanam, selanjutnya celupkan ke dalam larutan bawang selama beberapa detik. Bibit yang telah direndam lalu dikeringanginkan selama 5 menit. Bibit siap ditanam.
Bunga krisan cepat mekar
Bunga krisan mekar hanya 27 hari sejak munculnya bakal bunga. Itu 5 hari lebih cepat daripada kelaziman, yakni 32 hari. Anda bisa mempercepat mekarnya krisan dengan pupuk janjang kelapa sawit.
Gunakan hasil pembakaran janjang kelapa sawit berupa abu (AJK) sebagai pupuk. Dosisnya, per tanaman mendapat 0,9 gram AJKS, pupuk kalium 1,6 gram, pupuk N 2,65 gram, dan pupuk kandang 2 kg. Pemberian pupuk hanya sekali ketika awal tanam.
Dengan perlakuan itu, kuncup bunga krisan akan mulai muncul pada umur 31 hari setelah tanam, lebih cepat 3 hari dibanding kontrol atau tanpa pemberian AJKS. Waktu mekar pun lebih cepat, yakni 27 hari setelah kuncup, sedangkan kontrol 32 hari setelah kuncup.
Atasi karat putih
Penyakit karat putih Puccinia horiana musuh utama petani krisan. Kerugian akibat penyakit itu mencapai 100% alias gagal petik. Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur, Jawa Barat, pernah meriset bakteri baik untuk mengatasi penyakit itu.
Biopestisida itu berbahan aktif Bacillus subtilis. Dalam sekali aplikasi berkonsentrasi 0,3% mampu menekan intensitas serangan karat putih 38,49%. Itu memang lebih kecil daripada kemampuan pestisida kimia yang sanggup menekan serangan hingga 49%. Namun, biopestisida itu efektif dan ramah lingkungan.
Krisan awet
Anda bisa memperpanjang fase hidup krisan potong. Caranya, dengan memberi perlakuan sebagai berikut. Komposisi larutan pengawet terbaik untuk bunga potong krisan adalah kombinasi perlakuan gula pasir 25 gram per liter air, air jeruk nipis 1 ml per liter, chlorox 1 ml/liter.
Kombinasi itu mampu mempertahankan kualitas bunga potong krisan. Dengan perlakuan itu, tanaman mampu menyerap larutan paling banyak mencapai 184,8 ml dengan umur kesegaran bunga hingga 27,2 hari.
