Thursday, January 29, 2026

Tren Pasar Domba untuk Lokal dan Ekspor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pasar ekspor menjadi pilihan lain peternak untuk menjual domba selain untuk keperluan akikah dan kurban. Tren perkembangan budidaya domba dan kambing di Indonesia positif. Salah satu indikatornya terbukanya peluang pasar dari dalam dan luar negeri serta domba dan kambing mulai menjadi tema dan bahasan di tingkat nasional.

Menurut Kepala Laboratorium Ruminansia Kecil Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan, IPB, Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si, ekspor menggairahkan bisnis domba.

Selama ini bisnis domba di tanah air hanya pada waktu tertentu seperti hari raya kurban.  Meski ceruk pasar besar, serapan daging domba lebih sedikit daripada sapi. Itu karena harga daging domba lebih mahal ketimbang sapi.

Isu kesehatan seperti peningkat kadar kolesterol dan pemicu darah tinggi juga membuat penyerapan daging domba di masyarakat terhambat. Padahal, kandungan kolesterol lebih tinggi pada daging sapi.

Sementara tren penggemukan domba yang menggeliat turut meningkatkan daya konsumsi daging domba. Sejatinya yang dijual sebagai satai kambing pun sejatinya adalah daging domba. “Itu terjadi di Jawa Barat. Kambing punya nama dan domba punya rasa,” kata Sri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi daging domba pada 2022 mencapai 54.650,53 ton. Jumlah itu naik 7,79% dibandingkan dengan 2021 sebesar 50.702,06 ton. Produksi daging domba sebetulnya sempat meningkat hingga mencapai rekor tertinggi pada 2018, yakni sebesar 82.274,38 ton. Namun jumlah itu menurun sejak 2019— 2021.

Menurut peternak domba senior asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Martinus Alexander, pasar domba pedaging masih bagus. Dengan catatan pasar tetap bertahan melayani pangsa pasar daging dari ternak hidup yang dipotong menjadi karkas. “Jadi, bukan karkas beku hasil impor dari luar negeri,” kata Martinus.

Pasar domba juga tidak jenuh. Asalkan pangsa pasar yang digarap bukan hanya akikah murah meriah, tetapi juga pasar menengah ke atas. Begitu juga untuk pasar kurban. Tiap tahun populasi penduduk bertambah. Demikian juga orang yang memerlukan domba untuk akikah dan kurban.

“Tinggal sosialisasi kesadaran untuk melakukan ibadah itu yang perlu sering diberitakan,” ujar Martinus. Hal yang harus dilakukan para peternak agar bisa bertahan di pasar domba pedaging yakni efisiensi biaya produksi. Para peternak juga harus meningkatkan skala usaha mereka dari peternakan tradisional ke modern.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img