Trubus.id–Produsen bandeng presto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Cain Nul Karim, memproduksi 3—3,5 ton bandeng presto saban bulan. Volume produksi itu untuk melayani permintaan katering dan reseller (pengulak).
Pria yang akrab disapa Cain itu rutin mengirim 2,5 ton bandeng presto untuk memenuhi permintaan katering dari pabrik maupun pesantren. Sisanya, sebanyak 500 kg untuk melayani kebutuhan reseller, penjual sayur, dan penjualan daring.
Cain memeroleh penghasilan sekitar Rp90 juta sampai Rp100 juta dari hasil penjualan bandeng presto itu. Ia memasarkan bandeng presto itu dengan bendera rumah produksi Isra Food. Saksikan kisah Cain dalam mengembangkan usaha bandeng presto selengkapnya pada video berikut. Klik di sini.
