Sunday, November 27, 2022

Utang Kita pada Jamur

Rekomendasi

 

Wilayah tanah adat seluas 3.500 ha itu dicapai dari Pelabuhan Tengkayu, Kotamadya Tarakan, Kalimantan Timur. Dengan kapal cepat, Tengkayu-Malinau ditempuh 5 jam. Perjalanan berlanjut ke Setulang dengan mobil dan ke hutan Taneg Olen dengan kapal motor, total selama 4 jam. Di hutan yang terjaga itu russula tumbuh di bawah tegakan pohon Shorea sp. Jenisnya beragam, ada yang putih, sebagian lagi jingga.

Masih ada anggota russula yang lezat dikonsumsi. Namanya Russula xerampelina. Cita rasa jamur itu persis udang. Di Spanyol ia diolah menjadi paella. Sayangnya, masyarakat Desa Setulang tak mempunyai tradisi mengkonsumsi organisme tanpa klorofil itu. Belum ada riset tentang senyawa di balik citarasa udang dan pedas pada jamur russula. Sementara pemberi rasa pedas pada Russula emetica adalah capsaicin. Persis senyawa pada cabai Capsicum annuum. I Nyoman P Aryantha, ahli jamur dari Institut Teknologi Bandung, pernah melihat spesies itu di kampus University of Melbourne. Ia juga mencicipinya dan terasa pedas.

Tak semua russula dapat dikonsumsi. Russula subnigricans, misalnya, terlarang dicicipi lantaran beracun. Senyawa racunnya rusuphelin A. Anggota famili Russulaceae itu menyebabkan rhabdomyolysis alias kerusakan jaringan otot skeleton. Menurut I Nyoman P Aryantha, jamur beracun hanya 30% dari total spesies. ‘Tujuh puluh persen lain dipakai sebagai makanan dan obat,’ ujar alumnus Mikologi-ilmu tentang jamur-Melbourne University itu.

Banyak yang beranggapan jamur beracun selalu berlendir dan bercincin. Cincin atau annulus itu melingkar di bawah tudung. Memang ada yang bercincin dan beracun seperti Amanita muscaria. Tudungnya jingga bersisik, diameter 5-25 cm. Racun itu akibat metabolit sekunder yang dikandungnya. Efek mengkonsumsi anggota famili Amanitaceae itu adalah kerusakan mental, bahkan koma.

Namun, tetap saja masyarakat Indian memanfaatkannya sebagai pelengkap ritual adat. Kerabatnya Amanita phalloides juga bercincin dan beracun. Ia dijuluki tudung maut. Bandingkan dengan Amanita caesarea yang juga bercincin, tetapi dapat dikonsumsi. ‘Amanita muscaria sulit dibedakan dengan A. caesarea jika sisiknya rontok,’ kata Lisdar A. Manaf PhD, ahli mikologi dari Institut Pertanian Bogor.

Kadang-kadang di sekitar jamur beracun tumbuh jamur lain yang berfungsi menetralkan racun. Doktor Mikologi alumnus University of Nancy I Perancis itu mengatakan cara terbaik mengetahui jamur beracun adalah bertanya kepada masyarakat di sekitar habitat jamur. Jika mereka mengkonsumsinya secara turun-temurun, berarti jamur itu dapat disantap. Begitu juga sebaliknya. Singkat kata adanya cincin dan lendir, apalagi warna, tak cukup untuk mendakwa bahwa jamur tertentu itu beracun.

Di Setulang Trubus juga menemukan spesies mirip morchella dan lactarius. Yang disebut pertama berbatang seukuran pensil, 15 cm tingginya. Teksturnya berlendir. Morel, nama lain morchella, tergolong jamur lezat sehingga diburu orang. Para ahli kuliner Perancis acap memanfaatkannya sebagai bahan baku penganan. Beberapa morel yang lazim diolah adalah morel kuning Morchella esculenta, morel putih M. deliciosa, dan morel hitam M. elata.

Lactarius di hutan Setulang hidup berkoloni hingga belasan jamur. Tinggi batang 5-7 cm dari atas permukaan tanah. Jika tudung patah atau rusak, mengeluarkan getah mirip susu. Itulah sebabnya ia disebut milk-caps alias tudung bersusu. Pantas jika Christian Hendrik Persoon, ahli mikologi dari Belanda, memberi nama lactarius. Dalam bahasa Latin, lacta berarti susu. Marasmius juga tumbuh di hutan itu. Dari 300 spesies, hanya sedikit yang dapat dimakan seperti Marasmius oreades. Ukuran rata-rata anggota famili Marasmiaceae itu kecil. Tudung M. oreades, misalnya, hanya 2-5 cm.

Rimba yang 10 kali ditawar perusahaan hak pengusahaan hutan itu juga menjadi habitat Pycnoporus cinnabarinus. Habitat saprofit berukuran tudung 2-10 cm itu di pohon mati. Warna permukaan atas tudung jingga sampai kemerah-merahan. Anggota famili Polyporaceae yang tak dapat dimakan itu hidup soliter atau berkelompok. Russula, morchella, dan lactarius hanya beberapa dari jamur yang ditemukan dalam eksplorasi di Setulang. Sebelumnya, eksplorasi berlangsung di Wehea, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Lokasi itu dicapai 12 jam bermobil dari Sangata, ibukota Kabupaten Kutai Timur. Jamur pertama yang ditemukan di sana adalah schizophyllum. Menurut Lisdar jamur yang habitatnya di atas batang kayu mati itu dapat dikonsumsi. Di Thailand jamur itu juga dibudidayakan karena rasanya lezat. Dyctyopora, jamur unik lantaran bersembunyi di balik jaring, tumbuh di hutan Wehea yang dijaga pelkuq mehuy alias masyarakat yang meronda demi kelestarian hutan.

Di samping ke Kalimantan Timur, eksplorasi juga dilakukan di Ampah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Daerah itu dicapai 12 jam dari Palangkaraya. Hampir setiap hari masyarakat Ampah memburu jamur di hutan, sejam berjalan kaki dari perkampungan. Mereka membawa anjat, keranjang dari anyaman rotan yang bertali, cara memakainya mirip ransel. Tiga jam berselang mereka kembali membawa jamur hutan berwarna putih. Jamur itulah yang dikonsumsi sebagai sumber protein.

Jamur-jamur itu cuma sebagian kecil dari total kira-kira 100.000 spesies. Menurut Syamsu, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, jamur salah satu indikasi mutu sebuah hutan. Jamur mampu bertahan di hutan jika kondisi rimba itu baik. Maklum, jamur menuntut kelembapan tinggi dan itu hanya dapat dicapai bila tegakan tetap bertahan. Tak terbayangkan bila hutan tanpa jamur. Sampah dan bangkai bakal menumpuk lantaran tak ada yang mengurai.

Menurut Lisdar yang juga dosen Jurusan Biologi IPB, jamur pengurai mempunyai peran masing-masing. Jamur yang pertama kali datang akan menguraikan gula sederhana. Rhizopus salah satu contohnya. Setelah itu tugasnya diserahkan jamur kelompok white rot yang hanya mengurai lignin dan brown rot pengurai selulosa. ‘Mereka melakukan tugas masing-masing, tak ada yang mendominasi karena semua ada batasnya. Oleh karena itu manusia bisa belajar dari jamur,’ kata Lisdar.

Berkat jamur pula kita dapat menikmati lezatnya tapai, tempe, dan roti. Jangan lupa pula, anggur dan arak juga terbentuk karena jasa baik jamur. Itu lantaran jamur mampu mengubah gula menjadi alkohol dan menguraikan rantai pati yang panjang menjadi pendek. Ingat penisilin yang sohor itu? Obat antibiotik pertama itu juga diperoleh dari jamur penicillium. Begitu banyak jasa para jamur yang dapat kita nikmati. Apa yang sudah kita berikan untuk mereka? (Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img