Trubus.id— Sosok tanaman aren (Arenga pinnata) itu amat seronok. tingginya hanya 3—5 meter dan berjajar rapi. Meski bersosok mini tanaman anggota famili Arecaceae itu menghasikan mayang.
Beberapa mayang bahkan bisa disadap agar menghasilkan nira. Artinya aren memasuki umur produktif meski bersosok mini. Itulah kebun percontohan aren milik Ilham Saputra, S.E., di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatra Utara.
Ilham mendatangkan 300 bibit aren genjah dari kolega di Kalimantan Timur pada 2012. Aren genjah itu varietas kutim akronim dari daerah pengembangannya di Kutai Timur. Menurut Ilham umur tanaman bervariasi 5—10 tahun dan menghasilkan nira.
“Semua jenis aren genjah,” kata Ilham. Sarjana Ekonomi alumnus Universitas Sumatera Utara itu memanen 5—15 liter nira per hari per tanaman dengan masa produksi 2,5 bulan per mayang.
Semula tujuan Ilham menanam aren hanya sebagai pembatas kebun durian. Kini semua tanaman berproduksi. Setelah panen perdana pada 2017 Ilham tertarik mengembangkan aren lebih lanjut karena terpincut pertumbuhan dan hasil panen memuaskan.
“Mengetahui panennya bisa setiap hari, makin tertarik mengembangkan,” kata eksportir gula aren ke Turki itu.
Kini Ilham pun mengembangkan hingga 5.000 tanaman di lahan seluas 6 hektare. “Jika dengan mitra di seluruh Indonesia sudah tersebar hingga 250.000 tanaman, ekspansi sejak 2019,” kata pemilik PT Sultan Aren Indonesia itu.
Panen perdana aren genjah 5 tahun setelah tanam. Itu jauh lebih cepat dibandingkan dengan panen perdana aren konvensional atau aren hutan yang mencapai 12—20 tahun. Sosok tanaman pendek yang hanya 5—7 meter memudahkan penderes memanen nira.
Itu lebih pendek ketimbang aren hutan yang bisa tumbuh hingga 12—20 meter. Meskipun demikian aren lokal atau hutan pun memiliki keunggalan. Salah satunya produksi nira tinggi yang mencapai 20—30 liter per hari.
Namun, pekebun mesti menunggu waktu lebih lama untuk panen. Oleh sebab itu, pengembangan budidaya aren genjah lebih cepat karena bisa panen lebih cepat. Anda dapat mengetahui varietas aren genjah lainnya di Majalah Trubus Edisi 644 Juli 2023.
Majalah Trubus Edisi 644 Juli 2023 mengupas tuntas terkait peluang bisnis gula aren baik ekspor maupun domestik. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 644 Juli 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.
