Trubus.id—Musim hujan ekstrem melanda Jorong Air Sonsang, Desa Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, pada November 2023. Hujan turun hampir setiap hari saat pagi atau sore. Lazimnya siang pun mendung dan nyaris tak ada sinar matahari.
Menurut pekebun tomat di Jorong Air Sonsang, Seno, saat musim seperti itu para pekebun tomat selalu dihantui penyakit busuk daun, bunga rontok, dan busuk batang. Namun, ia tak gentar. Meski musim hujan ekstrem, ia berani menanam 4.000 tanaman tomat.
Ternyata tanaman tomat milik Seno pun baik-baik saja. Buktinya saat tanaman masa ikat kedua, tomat milik Seno mulai berbunga. Yang merasakan pengalaman itu bukan hanya Seno.
Bahkan pekebun tomat lainnya di Kabupaten Solok juga sukses memanen tomat itu hingga petikan ketujuh meski hujan beserta angin dan badai selama dua pekan. Hasil buahnya pun tergolong mulus.
Saat itu ia memanen buah dengan tingkat kematangan berbeda-beda. Ada yang masih mengkal dengan warna buah dominan hijau kemerahan dan ada yang matang sempurna dengan warna dominan merah menyala.
Padahal kondisi buah tomat rentan retak meski saat masih mengkal saat musim hujan ekstrem. Seno mampu bertahan di musim hujan yang ekstrem karena menanam tomat varietas JS Optimis produksi PT Hibrida Jaya Unggul (Jaya Seeds).
Pekebun tomat di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Andi Rustandi, juga merasakan keuntungan menanam JS Optimis. Ia menanam 4.000 tanaman di lahan 4 patok setara 1.600 m2 .
Dari populasi sebanyak itu, ia memanen 6 ton tomat Optimis. Ia menjual hasil panen seharga Rp4.000 per kg kepada pengepul. Harga itu tergolong tinggi. “Petani tomat masih bisa kembali modal bila harga jual tomat Rp1.500 per kg,” kata Andi.
Lebih lanjut ia menuturkan, keunggulan tomat Optimis yakni lebih tahan lodoh atau hawar daun. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan Phythopthora sp. itu menyebabkan bercak basah cokelat pada daun, batang, dan buah. Perkembangan cendawan itu biasanya akibat kondisi lingkungan yang dingin dan basah di dataran tinggi dan menengah.
Menurut General Manager PT Hibrida Jaya Unggul, Sodiq Wahyudi, keunggulan varietas itu memang mampu beradaptasi dengan baik di dataran tinggi pada musim hujan. Varietas itu juga tahan penyakit yang disebabkan oleh virus gemini.
Virus itu menyebabkan perubahan warna daun tanaman menjadi hijau muda atau kuning cerah. Pada daun muda muncul mosaik, terjadi malformasi daun, dan daun mengecil. Daun juga melengkung ke atas dan tulang daun menebal.
Bila gejala berlanjut maka pertumbuhan tanaman terhambat sehingga daun atau seluruh tanaman menjadi kerdil. Keunggulan lain Optimis yaitu berproduksi tinggi mencapai 39,46—47,17 ton per hektare (ha).
Itu karena setiap tanaman mampu berbuah 38—48 buah tomat dengan bobot panen 3,04—3,83 kg per tanaman. Para pekebun juga menyukai warna merah menyala tomat yang rilis pada 2023 itu.
