Monday, January 26, 2026

Varietas Top dan Pot Udara

Rekomendasi
- Advertisement -

Saf Fa Fig Garden mengembangkan varietas eksklusif dan teknologi mutakhir.

Penampilan buah tin panache cantik dan rasanya sedap.
Penampilan buah tin panache cantik dan rasanya sedap.

Seratus pohon tin varietas panache setinggi 1—1,5 m itu berbaris rapi dalam greenhouse. Sosok tanaman amat sehat. Batang kokoh, berwarna kuning tembaga berlurik hijau menopang daun-daunnya lebar berwarna hijau tua. Di atas setiap tangkai daun, muncul buah bulat sebesar 2—3 cm berwarna kuning bergaris hijau yang cukup lebat. Buah Ficus carica matang sebesar buah golf, sangat eksklusif.

Itulah panorama di kebun Saf Fa Fig Garden di Juasseh, Negeri Sembilan, Malaysia. “Kami mengembangkan panache karena buahnya cantik dan rasanya sedap. Di Eropa panache pun diproduksi untuk kebutuhan restoran,” kata pemilik Saf Fa Firg Garden, Shamsul Akmal Shamsudin. Mantan karyawan maskapai Malaysia Airlines itu pensiun dini dan serius mengembangkan tin pada Februari 2016.

Varietas eksklusif

Varietas panachetiger, salah satu varietas ekskulsif.
Varietas panachetiger, salah satu varietas ekskulsif.

Menurut petani tin di Jakarta Selatan, Fauzi Efendi panache tiger tergolong varietas tin eksklusif. Varietas menarik konsumen kelas menengah untuk membeli buah segar. Selain buahnya manis dan sedap, warna buah panache tiger sangat unik, yakni kuning emas dan berlurik hijau lembut. Di Indonesia panache masih sebagai bibit berkelas ningrat. Kisaran harganya Rp250.000—Rp450.000 untuk bibit setinggi 30—50 cm.

Jajaran tanaman tin di Saf Fa Garden, Negeri Sembilan, Malaysia, tumbuh dalam pot pemangkasan.
Jajaran tanaman tin di Saf Fa Garden, Negeri Sembilan, Malaysia, tumbuh dalam pot pemangkasan.

Selain panache, Shamsul Akmal juga menanam dalmatie, varian yang lebih langka dan eksklusif. Buahnya kuning dengan cokelat di bagian bawah, bentuk lonjong, ukuran sedang dengan rasa sangat manis. Menurut istri Shamsul Akmal, Prof Ir Dr Zahira Yaakob, varietas yang berasal dari Kroasia itu mempunyai daya tahan lebih baik daripada varietas tin lain yang dikoleksinya, yakni lebih dari 5 hari.

Pasangan suami-istri, Shamsul Akmal Shamsudin dan Zahira Yaacob, mengembangkan tin di Negeri Sembilan, Malaysia.
Pasangan suami-istri, Shamsul Akmal Shamsudin dan Zahira Yaacob, mengembangkan tin di Negeri Sembilan, Malaysia.

Saf Fa Fig Garden memang membidik jenis-jenis tin kualitas premium. Alasannya, harga jual buah jenis-jenis itu lebih tinggi daripada jenis lain, seperti BTM-6, masui dauphine (MD), atau ipoh brown turkey (IBT). Namun, harga itu tetap lebih rendah daripada tin warna hitam. Harga buah tin di Malaysia rata-rata RM80 per kg jenis berkulit merah dan RM200 per kg untuk kulit hitam. Harga jual panache dan dalmatie RM150 per kg atau berada di tengah.

Selain itu, Shamsul ingin produknya berbeda dari kebun lain agar pemasarannya tidak bersaing dengan mereka. Setiap hari Shamsul memetik 5 kg buah tin dari sekitar 200 pohon yang tumbuh di 3 greenhouse. “Buah tin sangat mudah dijual, produksi itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan konsumen, sehingga kami hanya melayani yang pesan,” ujar Prof Ir Dr Zahira Yaakob.

Pot unik

Semua bibit didatangkan dari luar Malaysia, diadaptasikan di greenhouse pembibitan.
Semua bibit didatangkan dari luar Malaysia, diadaptasikan di greenhouse pembibitan.

Shamsul Akmal menanam seluruh tanaman tin dalam pot pemangkasan udara atau air prunning pots (APP). Pada prinsipnya pot pemangkasan udara berupa wadah berlubang di bagian dinding pot sehingga memungkinkan sirkulasi udara lancar. Selain itu petani mudah memangkas akar yang keluar dari lubang itu. Dampaknya tanaman terangsang untuk memproduksi akar baru atau cabang akar sehingga tanaman lebih sehat. Bagian bawah pot langsung berhubungan dengan tanah.

Tin varietas grise de saint jean, rasanya sangat manis.
Tin varietas grise de saint jean, rasanya sangat manis.

Petani tin yang mengoleksi 500 varietas itu memanfaatkan media tanam berupa campuran lapisan tanah atas, perlit, dan sekam mentah dengan perbandingan 3 : 1 : 1. Ia mencampur rata dan memasukkan ke dalam pot berdiameter 60 cm. Tinggi pot berbahan plastik itu hanya 50 cm dengan volume 140 liter. Ayah tiga anak itu memperoleh pot udara dari distributor di Shah Alam, Selangor.

Ada 16 greenhouse dipasang bersambung terbagi menjadi 2 bagian.
Ada 16 greenhouse dipasang bersambung terbagi menjadi 2 bagian.

Ia memilih pot udara dengan pertimbangan mudah memindahkan tanaman ke pot lain jika ukuran sudah besar. Sebab, pot bersifat bongkar-pasang dan awet hingga 10 tahun. Harga sebuah pot udara mencapai RM32 setara Rp102.400. Di Malaysia pot jenis itu terbilang baru. Pada umumnya petani tin di negeri jiran memanfaatkan keranjang plastik atau beton yang lebih murah.

Shamsul Akmal satu dari sedikit pekebun tin di Malaysia yang menggunakan pot udara. Sementara para petani tin di Indonesia hingga Juni 2016 belum ada yang memanfaatkannya. Mereka menggunakan pot plastik, kantong tanam (planter bag), atau drum yang keberadaannya melimpah dan harga terjangkau. Fauzi Efendi yang mengunjungi Saf Fa Fig Garden belum tahu keunggulan wadah itu, apalagi bila dibandingkan dengan pot yang lazim dipakai di Indonesia.

Menurut pemain tin di Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Eko Tri Sulistyo. konsep tanaman di wadah pot udara sangat menarik. Akar tanaman bisa bebas masuk ke tanah karena tidak ada pembatas antara media tanam dalam pot dengan tanah di bawahnya. “Itu sangat bagus bagi tanaman karena akarnya dapat bergerak jauh ke bawah. Namun, media tanam tetap mudah terkontrol karena seperti ditanam dalam pot,” kata Eko.

Greenhouse mewah

Setiap greenhouse mendapat satu drum nutrisi.
Setiap greenhouse mendapat satu drum nutrisi.

Untuk penyiraman dan pemupukan atau fertigasi, misalnya, Shamsul Akmal melengkapi kebun dengan sistem drip irigasi. Dari tangki yang diletakkan langsung di atas permukaan tanah, larutan pupuk mengalir ke wadah tanaman lewat pipa polivinil klorida (PVC). Larutan pupuk yakni AB mix—lazim untuk budidaya sayuran hidroponik—kemudian mengalir ke tanaman lewat spaghetti chub.

Frekuensi pemberian pupuk 4 kali dalam sehari masing-masing selama 5—7 menit. Pemberian pupuk pada pukul 07.00, 09.00, 11.00, dan 17.00. Selain itu setiap pekan Pria 50 tahun itu juga menyemprotkan pupuk black nano ke permukaan daun tanaman anggota famili Moraceae itu. Black nano sejatinya kombinasi antara pupuk, pestisida biologi, dan trace-element. Pupuk berbahan baku rumput laut, pestisida biologi (trichoderma), dan trace-element.

Konsentrasi pupuk 3 cc per liter air. Larutan itu menyuburkan pohon sekaligus menghalau organisme pengganggu tanaman. Alumnus University of Northumbria Newcastle, Inggris itu menempatkan ribuan koleksi tin di greenhouse mentereng berbentuk kubah Di atas lahan 2 ekar setara 8.000 m² ia membangun 16 greenhouse masing-masing berukuran 6 m x 30 m x 3m. Kapasitas sebuah greenhouse mencapai 100 pot tanaman berukuran 1—2 m.

Pengunjung di Saf Fa Garden selalu ramai.
Pengunjung di Saf Fa Garden selalu ramai.

Shamsul mengatakan, untuk membangun sebuah greenhouse dan perlengkapan—termasuk irigasi tetes—membutuhkan dana RM30.000 setara Rp.96-juta. Artinya untuk membangun 16 greenhouse, petani yang rata-rata 4—7 kali ke Eropa per tahun itu menginvestasikan RM480.000 atau Rp1,536-miliar. Konstruksi bangunan dari baja ringan yang ditutup dengan plastik ultraviolet.

Setiap greenhouse beratap melengkung terdiri atas 2 bagian yang saling berhadapan. Atap sisi kanan lebih tinggi daripada atap di sisi kiri sehingga membentuk celah. Dari celah itu, angin masuk ke dalam rumah tanaman sehingga suhu di dalam tidak terlalu panas. Di bagian dalam rumah plastik, setiap rumah disekat oleh screen net untuk mencegah hama atau penyakit berpindah. (Syah Angkasa)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img