Thursday, February 9, 2023

Venus Flytrap Alami Mutasi dari Model Gigi hingga Bentuk Trap

Rekomendasi

Trubus.id — Terlihat ratusan spesies venus flytrap bernaung di rumah tanam milik Muhammad Luthfi, S.Psi, di CV Mitra Andharu Agrica, Yogyakarta. Tanaman asli pantai timur Carolina, Amerika Serikat, itu mengalami mutasi unik.

Bagian dalam trap tanaman merah. Warna merah maksimal karena mendapatkan asupan matahari penuh. Umgekrempelt juga mengalami mutasi pada bagian trap yang melengkung ke arah belakang.

Keduanya sempurna membuka seolah bibir merah merona yang menyatu. Mutasi cross teeth terlihat pada gigi yang tak beraturan. Namun, itu unik karena menjadi identitas dari cross teeth.

Trap tanaman itu sedikit melengkung ke dalam. Mirip kerang setengah membuka, tetapi mempunyai gigi. Lain lagi dengan Adentata yang seperti manusia ompong. Sebagian besar jenis venus flytrap mempunyai gigi untuk merekatkan saat trap menutup.

Adentata sempurna tanpa gigi, bagian dalam trap lebih merah gelap. Berbeda dengan Kim il sung yang mempunyai gigi pendek, kecil, tetapi lebih teratur. Bagian trap tanaman itu melengkung hingga setengah lingkaran. Warna bagian dalam trap merah pudar. “Perubahan jenis Phalank sangat tipis,” kata Luthfi.

Warna trap hampir sama seperti Adentata, tetapi mengalami pemanjangan gigi. Gigi panjang dan terlihat lebih kaku daripada cross teeth. Mirip Spiderman yang juga mengalami perubahan tipis. Ia hanya mengalami pelebaran pada bagian trap.

Penampilan tanaman itu seperti laba-laba berbaju hijau. Koleksi terakhir milik Luthfi dengan nama Wacky trap var bart shimpson. Ia tidak bergigi, tetapi terlihat seolah ada. Struktur bagian pinggir trap tidak rata sehingga terlihat mempunyai gigi.

Keunikan lain Wacky trap var bart shimpson yakni seolah-olah ada kombinasi antara hijau dan merah yang berpadu. Itu terjadi karena warna merah yang keluar hanya pada bagian terdalam trap.

Lazimnya, tanaman baru muncul dari hasil persilangan antara induk jantan dan betina unggul. Namun, pada venus flytrap jenis baru muncul dari rekayasa mutasi genetik. “Spesies asli dari alam hanya sekitar 10 tanaman,” terang kolektor tanaman karnivora itu sejak 2011 itu.

Sepuluh spesies itulah yang dibawa ke laboratorium untuk dilakukan rekayasa mutasi genetik. Dengan cara itu, bertambah 50 jenis baru selama 5 tahun. Namun, hanya di negara tertentu seperti Cina, Taiwan, dan kepada yang bisa melakukan rekayasa mutasi genetik.

Ketika mutasi baru terbentuk, butuh waktu juga untuk melihat kestabilan mutasi. Mutasi yang terjadi pun beragam. Ada yang hanya mengalami pemanjangan atau pengecilan tubuh, perubahan gigi dan trap, atau kombinasi keduanya. Luthfi tertarik mengoleksi venus flytrap lantaran bentuknya yang mungil dan bisa menutup sendiri.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img