Thursday, August 18, 2022

Ya Elok, Ya Enak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Perahu itu tengah menyusuri salah satu anak Sungai Siak di Provinsi Riau ketika Dr Moh Reza Tirtawinata MS melihat buah-buah putih bergerombol menjuntai ke tengah sungai. “Itu nasi-nasi,” kata tukang perahu seraya menjolokkan dayung ke arah dompolan buah dan menariknya. Maka dengan mudah doktor manggis dari Institut Pertanian Bogor itu memereteli buah seukuran manik-manik dari tangkainya.

Hap, buah mungil itu disantap. Di dalam mulut, citarasa khas jambu air: manis segar langsung terasa. “Ini sih keluarga jambu air,” kata Reza. Tekstur buah matangnya empuk seperti daging buah jambu bol. Ketika masih mengkal, renyah. Gregori Garnadi Hambali, pakar botani yang ikut dalam pelayaran pada 2005 itu mengamini. Greg menyebutnya nasi-nasi Syzygium buxifolium.

Masuk pot

Nasi-nasi lalu ikut dibawa terbang ke Pulau Jawa. Di halaman rumahnya di Bogor, Jawa Barat, Reza dan Greg sama-sama menebar biji nasi-nasi dari buah asal provinsi penghasil minyak bumi dan gas itu. Empat tahun kemudian tanaman asal biji di kediaman Reza belajar berbuah. Buahnya persis seperti yang dilihat di tepian cabang Sungai Siak: berdompol-dompol di ujung tajuk. Bahkan pada April 2011 buahnya membanjiri tajuk salah satu pohon setinggi 2,5 m di rumah Reza. Padahal tak ada perlakuan khusus.

Buah pun tahan lama. “Sudah minggu ke-3 sejak buah matang, belum rontok,” kata Reza. Pantas jika nasi-nasi dilirik sebagai tabulampot. Itu yang Trubus lihat di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sepot nasi-nasi dalam drum tengah berbunga pada pertengahan April 2011. “Dari bunga hingga menjadi buah biasanya butuh waktu 2 minggu,” tutur AF Margianasari, kepala Produksi Buah.

Ini kali kedua kerabat jambu air Syzygium aqueum asal biji itu berbuah di pot. Di dalam pot nasi-nasi mendapat perlakuan istimewa. Media tanamnya porous berupa campuran tanah, pupuk kandang asal kotoran sapi, dan sekam lapuk dengan perbandingan 1:2:3. Setiap 4 bulan ia mendapat nutrisi berupa 30 – 50 g NPK 15:15:15. Penyiraman sekali sehari. “Setiap 1,5 – 2 tahun media tanam perlu diganti karena biasanya pot sudah dipenuhi akar,” imbuh Junaedi, salah satu staf.

Rupanya perakaran serabut nasi-nasi cepat bertambah. Oleh karenanya setiap 3 bulan akar mesti dipangkas (lihat boks). Dengan perlakuan itu anggota keluarga jambu-jambuan yang tumbuhnya berupa perdu itu bisa berbuah sepanjang tahun. “Yang penting tanaman terkena paparan sinar matahari penuh, pasti full blooming,” tutur Margianasari yang juga  memperbanyak nasi-nasi dengan cara cangkok.

Undang burung

Nama nasi-nasi disematkan masyarakat di Siak, Provinsi Riau karena warnanya yang putih dan bentuk bulat seperti nasi. Nun di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, nasi-nasi juga kerap ditemukan tumbuh liar. “Buahnya enak, manis. Coba saja,” tutur Irwansyah, hobiis nepenthes di Airmesu, Bangka Tengah, kepada wartawan Trubus, Rosy Nur Apriyanti saat melakukan eksplorasi ketakung di kawasan bekas tambang timah. Sembari mencari nepenthes ditemukanlah sepohon nasi-nasi yang tengah berbuah. Menurut Greg, penyebaran nasi-nasi memang di kawasan kepulauan, terutama di tepi pantai.

Di pulau Timah itu anggota famili Myrtaceae itu juga diburu komunitas pencinta bonsai untuk dijadikan bakalan. “Percabangannya rapat, daunnya kecil sehingga pas sebagai bahan bonsai,” kata Huschen, pebonsai di Jakarta yang kerap bolak-balik ke Bangka. Tipe percabangan dan daunnya mengingatkan pada pucuk merah Syzygium oleina. Kulit batangnya pun mengelupas sehingga mengesankan tua. Penelusuran di dunia maya memperlihatkan di mancanegara buxifolium memang kerap diperjualbelikan sebagai bonsai.

Nasi-nasi juga pas sebagai tanaman buah hias untuk taman. Pengalaman Margianasari buah nasi-nasi yang menyembul di ujung-ujung tajuk mengundang burung datang. “Selain menyemarakkan taman, kehadiran burung juga sebagai predator alami ulat,” ujarnya. Potensi lain, produksi buah – dan tentunya biji – banyak menjadi sumber batang bawah. “Selain itu tepung sari nasi-nasi dapat dipakai sebagai penurun karakter berbuah lebat pada persilangan jambu air,” kata Reza. Maka si liar di tepi cabang Sungai Siak itu bisa “naik kelas”. (Evy Syariefa/Peliput: Imam Wiguna)

 

 

Pangkas Akar, Atau Mati!

Akar nasi-nasi cepat bertambah banyak. Jika ditanam di dalam pot, dalam hitungan 1,5 – 2 tahun akar sudah memenuhi wadah. “Pot yang dipenuhi akar berarti medianya sudah habis,” kata AF Margianasari dari Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketika media habis, hobiis mesti menyiram tanaman lebih sering. Tanpa media, tak ada material yang mampu menyimpan air.

“Selain itu nutrisinya pun habis,” imbuh Margianasari. Akibatnya pertumbuhan daun baru terhambat, daun menjadi jarang, tanaman lebih sedikit berbuah, bahkan ujung-ujungnya mati. Oleh karenanya setiap 1,5 – 2 tahun media tanam mesti diganti. Alternatif lain, cukup memangkas sebagian akar, lalu masukkan tambahan media tanam. Pada pot hingga isi 40 l durasinya 1,5 – 2 tahun sekali. Jika menggunakan drum – tanaman sudah lebih besar – pemangkasan akar setiap setahun. Di luar itu lakukan pemangkasan akar ringan – tanpa menambah media.***

 

  1. Tabulampot nasi-nasi perlu dipangkas akar secara berkala
  2. Pangkas akar terluar berupa akar serabut berjarak 5 cm dari tepi pot menggunakan linggis, kape, atau alat tajam lain. Alat harus steril
  3. Akar lebih besar dipangkas dengan gunting
  4. Pangkas akar hingga ke dasar pot
  5. Tambahkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang asal kotoran sapi, dan sekam lapuk dengan perbandingan 1:2:3

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img