Tuesday, January 27, 2026

Durian Tertua Berumur 250 Tahun di Jepara, Menghasilkan 3.000 Buah per Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pohon durian Durio zibethinus tertua ada di Jepara. Tepatnya di Kompleks perumahan di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Butuh delapan orang untuk memeluk batang pohon raja buah purba berumur lebih dari 250 tahun itu.

Ternyata, pohon durian purba tadi tak sendiri tumbuh di kaki Gunung Muria. Di halaman belakang rumah berderet tiga tanaman sejenis lain dengan lingkar batang yang juga hampir setara.

“Ini pohon-pohon durian terbesar dan tertua yang pernah saya jumpai di Pulau Jawa,” kata Dr. Reza Tirtawinata, Ketua Yayasan Durian Nusantara.

Reza berkisah tentang perjalanannya pada Februari 2022. Lazimnya, tanaman durian raksasa ditemukan di luar Jawa, seperti Kalimantan ataupun Lombok. Di Borneo, pohon durian yang meraksasa masih dapat ditemukan karena lokasinya yang terpencil sehingga tidak terganggu aktivitas manusia.

Sementara itu, di Lombok, pohon durian super besar tetap terawat karena berada di Kompleks Istana Narmada sehingga terjaga dari perubahan penggunaan lahan. Menurut Reza, bila ditemukan di Jawa, berarti pemilik atau warga sekitar tergolong masyarakat yang sadar untuk menjaga pohon tua. Banyak pohon durian tua di Jawa telah tergusur.

Reza juga menyaksikan di sekitar lokasi—yang dekat perbatasan dengan Kabupaten Pati—itu tegak berdiri kihujan Samanea saman yang tumbuh meraksasa.

“Di sekitar sini banyak sekali pohon dengan lingkar batang besar sehingga ketersediaan air terjaga. Padahal, di sini terik sekali karena tergolong dataran rendah dekat pantai,” kata Reza.

Wilayah di dekat pantai utara itu pun menjadi lokasi yang cocok buat durian. Banyak raja buah yang tumbuh subur dengan buah berlimpah. Menurut Reza, pemilik pohon purba itu menyebut angka 3.000 buah per pohon setiap musim.

Angka itu bukan mustahil karena Reza menyaksikan sendiri gundukan kulit durian dengan biji-biji yang berserakan di halaman belakang.

Menurut Isnul Abdi, pegiat wisata durian di Jepara, semula pohon durian raksasa di daerah itu berjumlah 5 pohon. Namun, satu tanaman terpaksa ditebang saat pandemi Covid-19 banyak merenggut nyawa masyarakat Jepara.

Kebutuhan kayu meningkat untuk peti jenazah. Pohon durian yang besar ditebang untuk memenuhinya. Dugaan Isnul, dari satu pohon durian itu dihasilkan ratusan peti mati untuk penderita korona yang meninggal. Maklum saja, dari batang pohon yang besar, tumbuh 7 cabang yang diameternya seukuran pohon durian berumur 10–15 tahun.

“Tentu setelah dibelah-belah menjadi papan dihasilkan ratusan peti mati,” kata Isnul menggambarkan volume kayu durian yang ditebang.

Sejak dahulu kayu durian memang disukai para pembuat peti jenazah karena tergolong kayu ringan. Beruntung, pandemi korona segera mereda sehingga kebutuhan kayu untuk peti jenazah tak lagi terlalu mendesak. Isnul Abdi bersama pemilik pohon bertekad merawat pohon durian itu sebagai simbol Kota Jepara penghasil durian lezat.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img