Trubus.id — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menggagas sumber daya baru dan terbarukan, yakni dengan memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan energi listrik. Inovasi produk itu diberi nama Savlite.
Melansir dari laman Institut Teknologi Bandung, tim mahasiswa ITB pengembang inovasi Savlite terdiri atas Priyo Bayu R. dari prodi Teknik Mesin, M. Maulana Ibrahim dari prodi Teknik Mesin, Yahya Zakaria dari Teknik Mesin, dan M. Ali Novandhika dari Teknik Elektro.
Mereka menjelaskan awal mula bisa mendapatkan ide pembuatan Savlite. Empasan angin sering kali dirasakan pengendara saat sedang berpapasan dengan truk atau mobil berkecepatan tinggi.
Berangkat dari fenomena itu, mereka memikirkan potensi pemanfaatan energi angin yang tercipta akibat kejadian tersebut. Berdasarkan kalkulasi, terdapat 11–13 persen energi yang hilang akibat gaya hambat udara tiap pergerakan mobil dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam.
Fenomena ini menciptakan dinamika fluida, yakni peristiwa ikut bergeraknya udara di sekitar benda bergerak. Oleh karena itu, mereka melihat adanya peluang inovasi dari kejadian ‘tak disengaja’ tersebut.
Hingga pada akhirnya terciptalah Savlite, sebuah produk terintegrasi antara turbin savonius dan lampu penerangan jalan di jalan tol atau disebut Self-sustaining Smart Street Lighting System. Sebuah turbin dipasang di tengah jalan tol untuk menangkap energi angin dari kendaraan yang melintasi jalan tol.
Energi listrik yang dihasilkan mampu menyuplai daya untuk lampu penerangan jalan. Berdasarkan simulasi Computer Fluid Dynamics (CFD) dengan tinjauan Jalan Tol Jakarta–Cikampek, satu kendaraan dengan kecepatan rata-rata 90 kilometer per jam mampu menghasilkan 100 Watt Peak yang cukup menyuplai sebuah lampu penerangan jalan selama 12 jam. Lampu penerangan yang digunakan memiliki daya 120 Watt.
Menurut tim ini, surplus energi yang dihasilkan dari Savlite dapat memberi daya untuk lampu di permukiman warga dan mengisi daya kendaraan listrik (electrical vehicle) di sekitar jalan tol.
Tim pengembangan Savlite menjelaskan, produknya baru mencapai tahap pembentukan prototipe yang telah diuji coba di Jembatan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Oleh karena itu, mereka berharap riset ini terus dilanjutkan sehingga dapat memasuki tahap uji coba di jalan tol sesungguhnya.
“Inginnya ada pilot project di suatu jalan tol yang telah disurvei dan cocok. Kita coba selama 1–2 tahun untuk diobservasi apakah ada hal yang perlu dioptimasi atau tidak. Jika (hasilnya) bagus, bisa dilanjutkan ke tahap komersialisasi,” kata Priyo, salah satu anggota tim pengembangan Savlite.
Lewat ide inovasi itu, mereka berhasil membawa pulang gelar Runner Up pada ajang Think Efficiency 2022 yang bertajuk “Powering The Nation”. Ajang kompetisi ini diadakan oleh Shell Indonesia dan Energy Academy Indonesia (ECADIN).
