Monday, June 1, 2026

Bintang Top Tanah Gersang

Rekomendasi
- Advertisement -

519-Feb-2013-60-2Produksi belimbing karangsari di lahan kering-kerontang tetap tinggi, setara panen di lahan subur.

Ingat buku berjudul “Mereka Bilang Aku Gila” karya Ken Steele? Buku memoar itu berkisah tentang lelaki yang mendapat bisikan aneh untuk bunuh diri sehingga berperilaku aneh. Para kerabat dan teman di Martapura, Kalimantan Selatan, pun menyebut Nuriansyah gila gara-gara menanam belimbing karangsari di lahan kering-kerontang. Lahan 5 ha milik Nuriansyah memang gersang.

Di permukaan tanah tersingkap batuan krokos-kerikil warna merah dengan bercak karat-yang keras. Itu berupa senyawa besi yang menggumpal, lalu mengeras karena bersentuhan dengan udara di atmosfer. Padahal, lazimnya krokos berada 25-150 cm di bawah permukaan tanah. “Jangankan akar tanaman, mata cangkul saja sulit menembus tanah. Dia memang gila,” kata Abdul Rahman, kolega yang mengenalkan Trubus kepada Nuriansyah.

Pot raksasa

Nuriansyah tetap nekat berkebun di lahan di Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, itu. “Seperti ada yang memanggil-manggil untuk menanam di sana,” katanya. Maklum, mantan pengusaha mebel itu telanjur membeli tanah untuk berkebun vanili yang harganya melambung pada 2003. Namun, saat ikut kursus budidaya vanili di Yogyakarta, sang instruktur menyebut vanili tidak cocok di dataran rendah.

Ia tidak rela melihat lahan miliknya telantar tanpa tanaman bertahun-tahun. Saat itulah Nuriansyah teringat mertuanya asal Jawa Timur yang kerap membanggakan belimbing karangsari asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pulau Borneo kaya beragam buah eksotis, tetapi tidak memiliki belimbing manis. Belimbing lokal asal Kalimantan berukuran kecil, kurang dari 100 gram per buah dan masam. Sementara karangsari berbobot 300-600 g per buah dan manis. Ukuran belimbing blitar hanya kalah oleh belimbing dewa dan belimbing dewi asal Depok, Jawa Barat, yang mencapai 800 g.

Nuriansyah membuat lubang tanam jumbo berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm untuk menyiasati tanah keras. Lazimnya ukuran lubang tanam di tanah subur hanya 40 cm x 40 cm x 40 cm atau 60 cm x 60 cm x 60 cm. Di lahan 5 ha, ia membuat 50 lubang tanam untuk budidaya belimbing karangsari. Di lahan subur, pekebun memisahkan tanah galian bagian atas atau topsoil dan tanah lapisan bawah (subsoil). Lalu pekebun mengembalikan terbalik: meletakkan topsoil di bagian bawah lubang tanam; subsoil, di atas.

Namun, Nuri mengabaikan prinsip itu. “Bagian atas yang keras tetap di atas, sebagai kompensasinya pupuk kandang lebih banyak,” katanya. Ia membenamkan 30-40 kg pupuk kandang kotoran ayam matang pada setiap lubang, lazimnya 10 kg. Pada 2009 pekebun berusia 55 tahun itu menanam 50 bibit okulasi setinggi rata-rata 40 cm yang berasal dari Blitar, Jawa Timur.

Menurut Nasih Widya Yuwono SP MP, dosen kesuburan tanah di Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, siasat Nuri dengan membuat lubang tanam jumbo mirip pot raksasa. Daerah perakaran pun jadi mudah diatur untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. “Dengan prinsip itu lahan segersang apa pun dapat ditanami tanaman. Hanya cara itu kerap dianggap mahal oleh para pekebun,” kata Nasih.

Perluas lahan

Sebagai sumber nutrisi, Nuri memberikan 100 cc pupuk hayati cair per lubang tanam. Larutan pupuk itu ia peroleh dengan cara mengencerkan 200 cc pupuk hayati cair dalam 10 liter air. Ia lalu menyiramkan larutan pupuk hayati pada pupuk kandang yang sudah dicampur tanah galian. Pupuk hayati itu mengandung bakteri baik seperti Pseudomonas putida, Pseudomonas fluorescens, Lactobacillus sp, dan Azotobacter sp.

Keempat bakteri baik itu bersatu padu meningkatkan nitrogen, fosfor, dan kalium asal kotoran ayam yang dapat diserap tanaman. Malahan bakteri yang disebut terakhir dapat menangkap nitrogen dari udara bebas. Untuk menjaga pertumbuhan tanaman, Nuriansyah membenamkan 30 kg pupuk kandang kotoran ayam di bawah tajuk 2 kali setahun pada saat awal dan akhir musim hujan. Setiap bulan ia juga menyemprotkan pupuk hayati 30 ml per pohon yang dilarutkan air secukupnya setiap bulan.

Menurut Ayub S Parnata, ahli pupuk hayati di Bandung, Jawa Barat, mikrob baik menekan mikrob patogen atau penyebab penyakit yang kerap ditemukan pada pupuk kandang. Mikrob baik alias probiotik juga melepas beragam enzim, zat pengatur tumbuh, dan asam amino yang berguna bagi tanaman. “Pupuk hayati mengoptimalkan pupuk kandang yang diberikan untuk memperbaiki lahan yang rusak atau menyuburkan tanah,” kata Ayub.

Upaya Nuri itu membuahkan hasil. Sebanyak 50 tanaman anggota famili Oxalidaceae itu belajar berbuah ketika berumur setahun pada 2010. Satu pohon menghasilkan 8-10 kg setara 24-40 buah. Produksi terus berlipat seiring waktu. “Umur 4 tahun produksinya sudah di atas 50 kg. Beberapa malah mencapai 100 kg,” kata Nuriansyah. Menurut Ir Baswarsiati, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Jawa Timur, itu setara hasil panen belimbing karangsari atau belimbing tasikmadu di lahan subur di Jawa Timur yang pada umur 5 tahun menghasilkan 50 kg.

Saat panen Nurianysah menjual sebagian buah bintang itu ke toko buah dengan harga Rp17.000 per kg. “Toko buah meminta rutin 50 kg per pekan, tapi saya belum sanggup karena populasi sedikit dan panen musiman,” katanya. Pada 2011 Nuri lantas mengokulasi 150 bibit untuk memperbanyak populasi. Namun, lulusan sekolah kejuruan perkayuan itu menanamnya di lahan yang lebih subur karena banyak tanah endapan. Itu karena posisinya lebih rendah daripada kebun pertama. Kini mereka mulai belajar berbuah rata-rata 10 kg.

Belakangan pemilik Iron Farms itu juga mulai membagikan sebagian hasil panen kepada kolega dan kerabat yang semula menganggapnya gila. “Ternyata rasanya manis. Ini benar-benar beda dengan belimbing di pasar lokal,” kata Abdul Rahman. Tingkat kemanisan belimbing karangsari mencapai 11-120 briks; sedangkan belimbing lokal, kurang dari 100 briks. Kini si gila itu membuktikan dirinya waras. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

Keterangan Foto :

  1. Kadar kemanisan 11-120 briks sehingga memikat penikmat buah di Kalimantan
  2. Di tanah gersang pun produksi belimbing karangsari di kebun Nuriansyah mencapai 50 kg-100 kg per pohon
  3. Pada umur setahun produksi 8-10 kg per pohon, umur 4 tahun mencapai 50 kg per tanaman
Previous article
Next article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Artikel Terbaru

Susu Bubuk Fortifikasi Sarang Burung Walet, Kaya Mineral dan Senyawa Bioaktif

Trubus.id— Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen sarang burung walet terbesar di dunia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, komoditas...

More Articles Like This