Saturday, June 13, 2026

Kiat Jitu agar Walet Nyaman Bersarang dan Produktif

Rekomendasi

Trubus.id — Para peternak lazim menambahkan suara tertentu untuk memanggil walet bersarang di rumah walet. Suara panggilan itu merupakan rekaman dari walet beragam umur. Jadi, burung di dalam rumah pun betah menginap.

Menurut Muhammad Haris, pemilik gedung walet di Kabupaten Rokanhilir, Riau, walet bisa saja terpanggil mendekat oleh suara panggil dan tertarik memasuki rumah oleh suara tarik. Namun, hanya bermain dan tidak menginap karena suara inap tidak cocok.

Artinya, pemilihan suara inap sangat berperan sebagai penentu keberhasilan budidaya walet. Menurut Haris, suara inap yang baik terdiri atas beberapa anakan yang terdengar seperti meminta makan.

“Ada juga suara anakan yang sedang diloloh indukan, idealnya suara terdiri atas beberapa umur anakan,” kata peternak walet sejak 2010 itu.

Hal senada diutarakan Willy, peternak walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Menurut Willy, idealnya suara inap didapat dari suara koloni asli lengkap, terdapat juga suara anakan.

Lebih lanjut Willy menuturkan, suara inap yang baik jernih dan alami berasal dari burung walet asli. Hal sama juga dikatakan Peter John, praktikus walet di Jakarta Utara. Suara walet yang baik semirip mungkin dengan suara alaminya.

Si liur emas itu betah mendengar suara lengkap berisi suara anakan dan indukan. Hal ini karena hewan anggota famili Apodiddae itu memang senang berkoloni. Suara tepat itu membuat walet betah.

“Agar optimal bisa dinyalakan selama 24 jam,” kata Willy.

Haris menambahkan, pada kondisi khusus, misal gedung baru, terkadang pemilik menambahkan suara burung yang berahi. Tujuannya, agar walet menginap, kawin, dan membuat sarang. Sekeping sarang berasal dari sepasang walet yang kawin, kemudian bertelur.

Peternak pemula masih sulit membedakan suara asal indukan, anakan, dan berahi. Menurut Haris, peternak perlu memang perlu pengalaman agar peka dan membedakan suara. “Idealnya memilih suara yang terbukti bagus atau dari konsultan spesialis suara yang lama menggeluti dunia walet,” kata pria yang juga membudidayakan kelapa sawit itu.

Sekadar mengunduh suara dari internet kurang optimal. Haris menambahkan, meskipun suara atau lagu sudah tepat, banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap kualitas suara. Sebut saja material bangunan, tata letak, luasan gedung, dan cara memasang pelantang (tweeter).

“Sebab tata letak tweeter kurang optimal, satu gedung tidak ada walet yang menginap selama 1,5 tahun,” kata Haris.

Haris pun berkunjung ke gedung yang berlokasi di Sumatra Utara itu. Selanjutnya, ia membetulkan tata letak tweeter inap dan mengganti amplifier sehingga suara lebih terarah, jernih, dan terdistribusi sempurna. Hasilnya, 2 tahun kemudian gedung itu produktif dengan hasil panen mencapai 100 keping sarang per sekali panen.


Artikel Terbaru

Startup Binaan IPB Ekspor Pinang hingga 54 Ton per Bulan

Langkah besar menuju pasar global kembali ditorehkan oleh startup binaan IPB University. PT Export Tani Nusantara, perusahaan rintisan yang...

More Articles Like This