Thursday, January 29, 2026

Ekspor Bawang Merah ke Thailand Rp3,4 Miliar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melepas ekspor 96 ton bawang merah ke Thailand dengan nilai transaksi kurang lebih Rp3,4 miliar. Nilai kontrak ekspor secara keseluruhan mencapai 75 kontainer atau setara Rp73,5 miliar.

Dalam kesempatan itu, Limpo mengatakan bersyukur.Pada saat semua negara menghadapi cuaca ekstrem, Indonesia justru mampu memproduksi berbagai komoditas, termasuk bawang merah untuk pemenuhan dalam negeri dan ekspor. Limpo mengatakan, selama ini bawang merah merupakan komoditas andalan Indonesia.

“Saya selalu katakan bahwa bawang merah itu kekuatan kita sebagai bangsa indonesia. Namun, harus kita ingat juga bahwa saat ini kita menghadapi El Nino yang bisa mengganggu jalanya produksi,” ujar Limpo di perusahaan eksportir bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 9 Agustus 2023.

Limpo mengajak seluruh pemimpin daerah baik bupati maupun bubernur segera turun tangan membantu petani yang berproduksi untuk mengantisipasi tantangan itu. Ia ingin pertanian tetap maju dan menjadi lini utama dalam memperkokoh ekonomi bangsa.

“Ancaman El Nino ada dimana mana tapi kita harus turun tangan melakukan penanaman berbagai komoditas pertanian. Kita tahu ancamannya panas ini membuat air kurang dan produktivitas terganggu,” kata Limpo. Namun, inisiatif para gubernur dan bupati yang berjuang mendampingi petani bisa membuat bangsa Indonesia mampu melewati semua tantangan.

Bawang merah salah satu komoditas unggulan Indonesia.(dok. Kementan)

Penjabat Bupati Brebes Urip Sihabudin menyampaikan terimakasih atas perhatian jajaran Kementan yang secara rutin terus membantu dalam meningkatkan produksi melalui bibit unggul, teknologi mekanisasi, dan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

“Bahkan kami juga dibantu melaksanakan festival bawang merah sebagai festival pertama di Indonesia. Dengan festival ini orang Brebes mulai menyadari bahwa bawang merah bisa diwujudkan melalui bentuk kegiatan yang meriah berskala ekonomi tinggi,” katanya.

Urip menuturkan, produksi bawang merah pada 2022 mencapai 385.000 ton. Sementara itu produksi pada Juli 2023 mencapau 195.000 ton. Ia memperkirakan, produkai pada akhir 2023 mencapai 388.000 ton atau meningkat jika dibandingkan dengan produksi pada 2022. Menurut Urip hal itu merupakan bagian dari ikhtiar bersama dan bimbingan Kementan.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa produksi bawang merah dari tahun ke tahun meningkat. Pada 2022 produksi nasinal mencapai 1,5 juta ton, kebutuhannya hanya 1,2 juta ton.

“Artinya secara nasional kita masih surplus bawang merah dan tentu yang sangat membanggakan adalah berbagai program yang sudah dilaksanakan Kementan sejak 2017 sampai sekarang kita tidak pernah mengimpor bawang merah lagi,” ujar Prihasto, Rabu, 9 Agustus 2023.

Sebaliknya, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan terus memproduksi bawang merah secara masif sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Tujuan ekspor ke negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Ekspor keempat negara itu sejak 2019.  Namun, ekspor bawang merah tidak setiap saat ada karena negara-negara itu juga penghasil bawang merah. (Sardi Duryatmo)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img