Tuesday, May 19, 2026

Perawatan Soa Layar, Satwa Eksotis dari Pulau Sulawesi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Indonesia kaya akan satwa eksotis. Salah satunya soa layar Hydrosaurus. Di Indonesia terdapat 4 jenis soa layar yakni Hydrosaurus celebensisHydrosaurus microlophusHydrosaurus webery, dan Hydrosaurus amboinensis.

Abdul Rafif salah seorang pehobi yang terpikat memelihara soa layar. Rafif menyukai soa layar lantaran bentuknya yang menyerupai hewan purba seperti dinosaurus. Soa layar memiliki aksesoris yang terbilang lengkap pada tubuhnya.

“Soa layar memiliki cula di moncongnya seperti badak, punya kuku tajam, taring, hingga jengger di lehernya,” kata pehobi soa layar di Jakarta, itu.

Rafif, mengatakan soa layar berasal dari Pulau Sulawesi. Di  alam liar sana soa layar hidup di pepohonan yang dekat dengan sungai. Soa layar akan turun ke sungai saat hendak minum, berendam, atau ketika ada serangan predator.

“Saat ada predator soa layar akan melompat ke sungai untuk berenang. Berenangnya itu tidak kelihatan. Itu cara dia menghindari predator,” kata Rafif.

Lalu bagaimana perawatan soa layar saat menjadi hewan peliharaan? Menurut Rafif soa layar merupakan pemakan segala (omnivora). Oleh karena itu, Rafif memperhatikan betul pemberian jenis pakan.

Rafif memberi tiga jenis pakan, yakni sayuran, buah-buahan, dan serangga. Pemberian berbagai jenis pakan bertujuan agar soa layar tidak bosan pada makanannya.

“Setiap tiga hari, jenis pakan saya ganti. Misal 3 hari pertama, saya kasih sayuran, di 3 hari selanjutnya saya beri buah-buahan, dan 3 hari selanjutnya saya kasih serangga,” ujarnya.

Untuk jenis buah yang diberikan seperti pisang, semangka, pepaya. Adapun sayuran, pakcoy, caisim, kangkung. Serangga, jangkrik, ulat hongkong, kecoa dubia. Terkadang, Rafif juga memberi pakan udang. Kandungan protein yang tinggi pada udang dinilai mampu memancing pigmen atau warnanya agar keluar.

Hydrosaurus celebensis.(Trubus/Mohammad Iqbal Shukri)

Selain itu, Rafif selalu menjaga kesehatan soa layar miliknya. Caranya dengan rutin membersihkan kandang tiga hari sekali. Ia juga memandikan dan menyikat badan soa layar agar terhindar dari jamur. Setelah memandikan soa layar, Rafif menjemur soa layar selama 15 menit.

“Soa layar kan reptil berdarah dingin, sehingga tujuan jemur itu untuk membantu soa layar mencerna makanan,” jelas Rafif.

Lebih lanjut, menurut Rafif ada beberapa kesulitan dalam perawatan soa layar. Diantaranya, untuk menjinakkan soa layar membutuhkan waktu yang lumayan lama. Soa layar memiliki kuku tajam dan taring sehingga perlu berhati-hati.  

“Ekornya juga mudah putus, kalau ketekuk sedikit rentan patah. Kalau putusnya panjang, bisa tumbuh tapi tidak bisa bagus seperti semula,”paparnya.


Artikel Terbaru

Waspadai Hantavirus, Penularannya Berkaitan dengan Tikus

Trubus.id-Pakar entomologi kesehatan dari IPB University mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus tanpa menimbulkan kepanikan. Virus zoonosis itu...

More Articles Like This