Trubus.id—Ikan kerapu termasuk dalam famili Serranidae. Kata “serra” dalam bahasa Latin berarti “gergaji” atau “ikan gergaji”. Ikan kerapu juga termasuk dalam subfamili Epinephelinae yang terbagi menjadi 5 suku, 32 marga, dan 159 spesies. Beberapa ahli Biologi percaya ikan kerapu memiliki 234 spesies.
Sebagian besar ikan kerapu termasuk hermafrodit protogin yakni secara biologis memiliki dua organ kelamin. Ikan itu memulai siklus reproduksi sebagai betina kemudian berubah menjadi jantan pada umur 4 tahun. Perubahan kelamin dipengaruhi ukuran, umur, dan jenis kerapu.
Ikan kerapu (Epinephelus sp.) dikenal dengan nama grouper di dunia internasional. Semula istilah itu diduga berasal dari bahasa Portugis, garoupa. Goliath atlantik (Epinephelus itajara) ikan kerapu raksasa yang berbobot 880 pound setara 399 kilogram dan panjang 2,43 m. Kerapu raksasa itu berhabitat di Laut Karibia. Sebenarnya masih banyak jenis kerapu lain seperti Cantang.
Cantang salah satu jenis kerapu paling populer. Kerapu cantang merupakan hasil pemulian Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Kerapu itu dirilis pada 2012 dan hasil persilangan antara kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sebagai induk betina dan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus) sebagai induk jantan.
Kelebihan kerapu cantang yakni pertumbuhan cepat. Hanya membutuhkan 20 hari untuk mencapai ukuran 3 inci dari ukuran tebar 1 inci.
Selain itu cantang memiliki ketahanan penyakit lebih baik dan toleran terhadap lingkungan kurang layak. Kulit cokelat kehitaman dengan 5 garis melintang di bagian tubuh menitis dari kerapu macan. Adapun semua sirip bercorak seperti ikan kerapu kertang. Selain kerapu cantang, terdapat fakta unik lainnya sebagai berikut.
