Trubus.id—Lazimnya labu madu dipanen dari lahan. Kini cukup dari teras Anda dapat menuai panen tanaman famili Cucurbitaceae itu. Caranya dengan menggunakan system hidroponik ember alias dutch bucket.
Anda dapat menggunakan boks es krim berukuran 15 cm x 18 cm x 25 cm sebagai wadah tanaman. Nutrisi mengalir melalui selang. Untuk 11 wadah selang itu mengalirkan larutan nutrisi dari bak plastik berkapasitas 80 liter dengan pompa yang mampu menaikkan air sampai ketinggian maksimal 2 meter.
Penyemaian benih pada media rockwool. Bibit memunculkan 4 daun pada 10 hari pascasemai. Masukkan bibit berikut media tanamnya ke dalam netpot lalu meletakkan di rangkaian hidroponik Nutrient Film Technique (NFT).
Hidroponik NFT dengan pipa bulat lazimnya untuk menanam sayuran daun. Umi tidak langsung menanam bibit ke sistem dutch bucket untuk memacu pertumbuhan tanaman. Setelah tanaman mulai besar dan memperlihatkan karakter masing-masing, barulah dosis nutrisi berbeda.

Pindahkan bibit ke ember saat tingginya 25 cm dengan akar cukup panjang. Pada fase vegetatif sampai berbunga konsentrasi nutrisi 2.500 ppm. Meningkat hingga 3.000 ppm ketika tanaman masuk fase generatif atau menjelang berbuah. Hindari nutrisi berlebih penyebab daun kering.
Saat tanaman mulai menjalar, Anda dapat mengarahkan pertumbuhan ke atas menggunakan tali kain katun yang lembut supaya tidak melukai tanaman atau daun. Jika menggunakan logam, pilih yang nirkarat atau terbungkus plastik. Fluktuasi suhu bisa membuat logam berkarat.
Anda dapat memanen buah pada bulan ke-3 pascatanam. Masa panen berlangsung selama sebulan dan tidak serempak. Pastikan selalu mengecek kondisi tanaman. Musababnya embun tepung menyerang menjelang panen. Daun-daun terlihat ditutupi lapisan putih. Penyakit itu berbahaya karena dapat menyebabkan tanaman kering dan berujung pada kematian.
