Friday, January 16, 2026

Langkah Budidaya Bayam Rambat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Gandola lazim menjadi penghias pergola atau teras rumah. Namun, tanaman anggota famili Basellaceae itu bukan hanya enak di mata. Gandola alias bayam rambat itu juga enak di lidah. Di Indonesia bayam rambat memang belum sepopuler bayam atau selada.

Padahal, selain enak, gandola juga bergizi tinggi.  K Heyne dalam “Tumbuhan Berguna Indonesia” menyebutkan rebusan daun gandola melancarkan buang air besar karena bersifat melunakkan feses. Anda dapat membudidayakan gandola.

Budidaya bayam malabar alias gandola itu relatif mudah. Mula-mula buat lubang berjarak tanam 80 cm x 50 cm. Taburkan 1 ton kapur pertanian per hektare (ha) dua pekan sebelum tanam. Semai dahulu benih gandola di media tanam berupa pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 1 : 2.

Sembari menunggu munculnya tunas, taburkan 20 ton pupuk kandang dan 64 kg pupuk NPK 16 : 16 : 16 per hektar. Setelah tanaman memunculkan 4—5 daun, pindahkan bibit itu ke lubang tanam. Gandola mampu hidup di tanah dengan kesuburan sedang, tetapi sangat sensitif terhadap pemupukan nitrogen dan organik.

Lakukan pemupukan susulan 10 hari sekali sejak tanaman berumur 10 hari setelah tanam (HST). Pupuk itu berupa NPK 16 : 16 : 16 sebanyak 60 kg per hektar. Pupuk hingga tanaman berumur 60 HST. Gandola tanaman merambat sehingga memerlukan ajir sebagai penopang.

Tanaman kerabat binahong itu rentan serangan hama pengorok daun Liriomyza huidobrensis serta penyakit bercak daun akibat cendawan Cercospora sp, Alternaria sp, atau Colletotrichum sp.  Untuk mengendalikan pengorok daun, semprotkan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau abamektin.

Sementara bercak daun dikendalikan dengan fungisida berbahan mankozeb atau klorotalonil. Petani memanen bayam rambat itu pada umur 30—45 hari. Pemanenan sekali sepekan dengan memotong pucuk muda sepanjang 20 cm.

Sekali tanam, petani dapat panen berulang-ulang. Setelah itu pucuk dapat dikonsumsi sesuai keinginan, sup, tumis, atau salad. Enak di lidah, bergizi pula. Tumbuh di pekarangan atau halaman rumah, gandola juga penghias yang memanjakan mata.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img