Friday, January 16, 2026

BRIN Kenalkan Teknologi Pengelolaan Limbah Ternak, Upaya Pengendalian Pencemaran di DAS Citarum

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi alternatif pengelolaan limbah ternak. Hal itu sebagai upaya pengendalian pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. 

Peneliti Ahli Madya BRIN, Mariyono menuturkan teknologi inovatif itu misalnya kandang kelompok model Litbangtan. “Meminimalisir penggunaan air untuk pengelolaan ternak dan mengoptimalkan pengolahan limbah menjadi kompos yang lebih efisien,” ujarnya.

Ia menuturkan setiap satu ekor sapi perah dewasa membutuhkan sekitar 200 liter air per hari. Dengan teknologi kandang kelompok itu dapat mengurangi konsumsi air.

“Memungkinkan pemisahan limbah padat dan cair secara optimal, sehingga mengurangi beban pencemaran air,” ujar Mariyono. 

Upaya lain yakni dengan mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik. Selain mengurangi pencemaran pupuk dari kotoran hewan (kohe) bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. 

Keruan saja mengurangi ketergantungan pupuk kimia.  Mariyono menuturkan setiap 2–4 ekor sapi dapat menghasilkan pupuk untuk sehektare lahan.

Menurut Mariyono pengelolaan kompos dapat secara mandiri atau melalui kelompok dan koperasi. Misalnya peternak yang belum mengelola atau memanfaatkan kompos mesti menyetorkan pada kelompok atau koperasi itu. 

“Peternak bisa memilih cara memproses kompos yang paling mudah dan murah. Proses pengolahan dilakukan dalam kondisi cukup oksigen dan tidak boleh tertutup rapat,” ujar Mariyono dilansir pada laman BRIN.

Pendampingan dan dukungan untuk peternak dalam mengelola limbah menjadi hal penting. Harapannya teknologi itu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi pencemaran di DAS Citarum. Selain itu, mendorong teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img