Wednesday, January 28, 2026

Olah Lemon Kering, Beri Nilai Tambah dan Datangkan Cuan

Rekomendasi
- Advertisement -

Irwaningsih rutin mengolah 150 kg lemon segar menjadi lemon kering setiap bulan. Awalnya, ia hanya mengolah 80 kg lemon basah.

Menurut Ani—sapaan akrab Irwaningsih—untuk menghasilkan 1 kg lemon kering dibutuhkan sekitar 13 kg lemon basah. Produk jenama Zhabuke dijual seharga Rp18.000 per 30 gram.

Dari usaha tersebut, Ani mampu meraup omzet Rp10 juta—Rp15 juta per bulan. “Zhabuke mendapatkan tempat di pasar, baik offline seperti toko bahan kue dan kafe, maupun online melalui media sosial,” ujarnya.

Menurut Ani, konsumen menyukai lemon kering yang bentuknya sempurna. “Konsumsinya bukan untuk dimakan langsung, tetapi untuk keperluan garnis,” jelasnya.

Keunggulan produk Zhabuke terletak pada proses pengolahan yang alami tanpa pengawet. “Kami hanya menggunakan lemon segar yang baru dipetik dari petani, lalu dicuci, disortir, diiris, dan dikeringkan,” tutur perempuan berusia 33 tahun itu.

Ani menjaga betul proses produksi lemon kering bersama tiga karyawannya. Mereka menggunakan dehidrator semimesin agar produk tetap higienis dan tidak kehilangan kandungan gizinya.

Pengeringan lemon dilakukan selama 24 jam pada suhu 35°C. Setelah dikeringkan, kadar air lemon tinggal sekitar 9%.

Lemon kering Zhabuke tidak hanya praktis, tetapi juga estetik. Produk ini populer sebagai garnis untuk makanan dan minuman karena menambah sentuhan cantik pada sajian.

Satu kemasan 30 gram berisi 9–12 irisan lemon dan bisa bertahan hingga 12 bulan jika disimpan dengan benar. Berbeda dengan lemon segar yang hanya tahan 2–3 hari setelah diiris.

Ani sangat menekankan pentingnya mendukung petani lokal. Zhabuke bekerja sama dengan lima petani di sekitar Banjarbaru dengan harga beli yang stabil.

Lemon yang digunakan berasal dari petani lokal dengan ukuran standar 9–12 buah per kg. Meski harga lemon bisa jatuh drastis saat panen raya, Ani tetap membeli dengan harga wajar untuk membantu petani.

Meskipun saat ini hanya beroperasi di Kalimantan Selatan, Ani mulai melirik pasar ekspor. Permintaan datang dari Dubai yang tertarik membawa lemon kering Zhabuke ke pasar internasional.

Pada awal 2024, Ani sempat mengirimkan lima potong sampel lemon kering ke Dubai. Produk itu disukai karena irisan berasal dari bagian tengah lemon yang berkualitas tinggi.

Namun, Ani belum mampu memenuhi permintaan ekspor sebesar 5 ton karena keterbatasan produksi. Informasi mengenai peluang ekspor itu ia peroleh dari komunitas UMKM.

Ani tetap optimis akan perkembangan Zhabuke. Ia melihat tren camilan sehat berbasis alami di Indonesia semakin meningkat.

Selain lemon, Zhabuke juga sedang meriset pengembangan buah kering lain seperti nanas. Nanas tersebut merupakan hasil pertanian dari Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Ani membuka peluang kerja sama dengan agen untuk memasarkan Zhabuke. Saat ini sudah ada sekitar enam agen yang menjual produk tersebut di Kalimantan Selatan.

Ani berharap strategi distribusi ini membuat Zhabuke tumbuh lebih cepat dan dikenal luas. Selain Zhabuke, ia juga menjalankan usaha sabun cuci tangan dan piring yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun.

Ia tetap fokus mengembangkan kedua usaha itu dengan misi sosial dan kesehatan. Ani ingin membantu petani lokal dan mempromosikan pola hidup sehat melalui produk berkualitas.

Zhabuke bukan sekadar bisnis jual beli, tetapi juga gerakan untuk menyediakan camilan sehat tanpa bahan pengawet. Ani percaya dalam 1–3 tahun ke depan, Zhabuke bisa menjadi pilihan utama bagi konsumen yang peduli pada pola makan sehat.

Perjalanan Zhabuke bermula pada 2023 saat harga lemon jatuh drastis. Beberapa petani kesulitan menjual hasil panen, dan Ani tergerak untuk membantu mereka.

Ketika harga lemon hanya Rp1.000 per kg, Ani tetap membeli seharga Rp5.000 per kg. Ia lalu mengolahnya menjadi lemon kering yang bernilai tinggi dan lebih tahan lama.

Ani melakukan riset selama satu tahun demi mendapatkan lemon kering berkualitas tanpa merusak nutrisinya. Kini, Zhabuke menjadi buah tangan UMKM yang mampu bersaing secara lokal dan internasional.

foto:Dok. Irwaningsih

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img