Trubus.id — Inovasi tanpa henti menjadi kunci kesuksesan Lucky Nurramadhan Putra Kisnadi, pebisnis muda dari Kota Kupang, NTT, yang mengolah kelor menjadi aneka produk bernilai tinggi. Berbekal latar belakang pendidikan Agroteknologi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Lucky menciptakan berbagai produk turunan kelor yang kini mulai merambah program pemerintah.
Salah satu produk andalannya adalah kukis moringa, yaitu biskuit yang mengandung 20% serbuk kelor. Lucky memproduksi hingga 2.000 keping kukis per pekan dan memasarkan dengan harga Rp30.000 per kemasan (isi 12 keping). Kukis tersebut bahkan telah dipesan dalam jumlah besar oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
“Total pesanan 24.000 keping kukis. Kami distribusikan ke berbagai kecamatan di NTT,” ujar Lucky, yang juga merupakan Co-Founder Dapur Kelor.
Tak hanya kukis, Lucky juga memproduksi teh kelor, jahe kelor, smoothies, hingga susu kelor, dengan memadukan cita rasa yang lebih ramah di lidah konsumen. “Tidak semua orang bisa menerima rasa pahit herbal. Saya mencoba menciptakan produk yang lebih mudah diterima,” tambahnya.
Dengan omzet bulanan mencapai Rp20 juta hingga Rp28 juta, Lucky membuktikan bahwa kelor bisa menjadi komoditas unggulan jika diolah secara kreatif dan konsisten.
