Trubus.id-Hasbiadi, petani jagung asal Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah menekuni budidaya jagung pakan sejak 2018 dan mulai fokus pada jagung konsumsi sejak 2024. Meski pasar jagung konsumsi masih terbatas, ia terus berupaya memperluas jaringan dengan menawarkan produk ke berbagai kantor dan membuka gerai khusus.
Untuk menjaga pasokan tetap stabil, Hasbiadi mengatur jadwal tanam jagung konsumsi setiap minggu agar panen bisa dilakukan secara berkelanjutan setiap bulan. Sementara itu, jagung pakan diserap oleh pabrik dengan permintaan lebih stabil walaupun volume penyerapan di Kabupaten Bone masih terbatas.
Hasbiadi menjelaskan bahwa kualitas jagung pakan yang dihasilkan sudah sangat baik dengan kadar air sekitar 17%, lebih unggul dari standar pabrik yang masih bisa menerima jagung dengan kadar air hingga 32%. Namun, saat pasokan berlebih, harga jagung kering pipil bisa turun di bawah Rp3.000 per kilogram.
Ia tetap optimis dengan potensi pasar jagung di daerahnya dan terus mengembangkan usaha agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dan pakan ternak secara berkelanjutan.
