Saturday, January 24, 2026

Kandungan Antioksidan Tinggi pada Buah Naga Merah: Rahasia di Balik Warna Cerahnya

Rekomendasi
- Advertisement -

Kulit merah menyala dan daging lembut berwarna pekat menjadikan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) salah satu komoditas hortikultura yang menarik perhatian. Namun, warna cerahnya bukan sekadar daya tarik visual. Sejumlah publikasi ilmiah di Google Scholar melaporkan bahwa buah ini kaya senyawa antioksidan, terutama dari kelompok pigmen betalain senyawa bioaktif yang juga ditemukan pada bit dan kaktus tertentu.

Menurut Wybraniec & Mizrahi (2002) dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, pigmen betalain pada buah naga terdiri atas dua kelompok utama, yaitu betasianin dan betaxanthin. Betasianin bertanggung jawab atas warna merah–ungu pekat pada Hylocereus polyrhizus, sedangkan betaxanthin memberi rona kuning–jingga pada varietas berdaging kuning. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar betasianin pada H. polyrhizus tergolong tinggi , sehingga buah naga merah sering dijadikan rujukan sebagai sumber pigmen alami dalam penelitian pangan dan biokimia.

Temuan ini sejalan dengan kajian Esatbeyoglu dan rekan (2015) dalam Trends in Food Science & Technology yang menjelaskan bahwa betalain berperan sebagai mekanisme perlindungan sel tanaman. Pigmen ini mampu menyerap kelebihan radiasi cahaya serta membantu menekan stres oksidatif pada jaringan, terutama pada tanaman yang tumbuh di kawasan tropis dan terpapar intensitas cahaya tinggi.

Di beberapa publikasi ilmiah, ekstrak buah naga merah banyak diteliti sebagai pewarna alami dan sumber antioksidan karena betalainnya relatif stabil pada kondisi asam dan mudah diekstraksi. Di sentra budidaya seperti Sleman dan Banyuwangi, karakteristik ini menjadi perhatian petani dan pelaku olahan lokal yang mulai mengembangkan produk berbasis buah naga merah, seperti minuman fungsional dan serbuk ekstrak berpigmen alami.

Secara nutrisi, buah naga merah juga mengandung vitamin C, serat pangan, dan mineral yang mendukung aktivitas antioksidan betalain. Kombinasi tersebut menjadikan buah naga merah sebagai salah satu pilihan konsumsi harian untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, mendukung sistem imun, dan merawat kondisi kulit.

Di balik warna cerahnya, buah naga merah menawarkan komposisi pigmen dan senyawa bioaktif yang teruji dalam berbagai riset ilmiah, menjadikannya komoditas bernilai tinggi baik untuk kesehatan maupun industri pangan fungsional.

(Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img