BRINARA hadir sebagai harapan baru bagi pengembangan kedelai nasional. Varietas kedelai hasil kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Nusantara Group Komoditas (PT NGK) itu memiliki produktivitas tinggi, ukuran biji besar, serta ketahanan terhadap penyakit karat daun yang selama ini menjadi salah satu kendala utama budidaya kedelai.
Varietas tersebut resmi direkomendasikan untuk dilepas sebagai varietas unggul dalam sidang penilaian varietas tanaman pangan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 di Wisma Kementerian Pertanian, Cipayung, Bogor. Selain BRINARA, satu calon varietas lain yang juga direkomendasikan untuk dilepas ialah BRINUSA.
Menurut Dr. Ayda Krisnawati, peneliti ahli utama bidang pemuliaan dan bioteknologi dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, BRINARA mampu menghasilkan hingga 3,20 ton per hektare. Keunggulan lain yang menonjol ialah ukuran bijinya yang besar, mencapai 16,44 gram per 100 biji. Karakter tersebut menjadikan BRINARA sangat potensial sebagai bahan baku industri tempe yang umumnya menghendaki kedelai berukuran besar.
Selain produktif, BRINARA juga memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun. Sifat itu penting untuk menjaga stabilitas hasil panen sekaligus menekan risiko kerugian petani akibat serangan penyakit.
Kebutuhan kedelai nasional terus meningkat seiring tingginya permintaan untuk berbagai produk pangan seperti tempe, tahu, dan aneka olahan lainnya. Sebagai sumber protein nabati, bahan pangan fungsional, sekaligus tanaman pembenah tanah, kedelai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Dr. Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa ketersediaan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan sesuai dengan kebutuhan petani maupun industri merupakan faktor penting dalam meningkatkan produksi kedelai nasional. Karena itu, kehadiran BRINARA diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor.
Sejalan dengan arahan Kepala BRIN agar hasil riset memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pengembangan dan pelepasan BRINARA menjadi wujud hilirisasi inovasi yang langsung menyentuh sektor pertanian. Tidak hanya memperluas pilihan varietas bagi petani, BRINARA juga membuka peluang usaha bagi produsen benih dan menyediakan bahan baku berkualitas bagi industri pangan.
Dengan produktivitas tinggi, ukuran biji yang diminati pasar, dan ketahanan terhadap penyakit utama, BRINARA berpotensi menjadi salah satu varietas andalan dalam upaya mewujudkan kemandirian kedelai nasional.
Sumber : https://brin.go.id/orpp/posts/kabar/inovasi-brin-hadirkan-duo-varietas-kedelai-brinusa-dan-brinara
Foto:Dok. BRIN
