ARENTA, Ikhtiar Petani Pandeglang Olah Tanaman Obat

Rekomendasi

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penumbuhan dan pengembangan UMKM Hortikultura guna meningkatkan nilai tambah produk hortikultura, baik segar maupun olahan. Penumbuhan UMKM Hortikultura diharapkan mampu mengatasi surplus produksi komoditas segar sehingga selaras dengan program pembangunan pertanian untuk menghasilkan komoditas hortikultura hilir yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Tanaman Obat, Komoditas dengan Segudang Manfaat

Komoditas biofarmaka atau tanaman obat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mulai banyak dikembangkan di Indonesia. Beberapa komoditas obat seperti kunyit, jahe, temulawak, temu putih, lengkuas, laos, sambilata, dan mahkota dewa sangat bermanfaat untuk kesehatan, sebagai bahan obat, dan dapat dijadikan bahan kosmetika kecantikan.

Tanaman obat sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam dunia farmasi, tanaman obat merupakan sumber bahan baku obat tradisional maupun modern. Kini ada kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi obat tradisional. Hal itu seiring perubahan gaya hidup back to nature dan mahalnya obat-obatan modern. Dampaknya membuat permintaan tanaman obat semakin tinggi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia.

Pemanfaatan tanaman obat juga semakin berkembang seiring munculnya produk olahan. Tanaman obat tidak hanya digunakan sebagai obat tradisional dan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dikembangkan untuk berbagai kebutuhan. Terutama jamu, obat-obatan, kosmetik, dan bahan industri makanan/minuman.

Ratusan UMKM Hortikultura Tumbuh sejak 2020

Sampai tahun 2024 terdapat 862 UMKM Hortikultura yang sudah ditumbuhkan: Rinciannya 189 UMKM pada 2020, 89 UMKM pada 2021, 235 UMKM pada 2022, 164 UMKM pada 2023, dan 185 UMKM pada 2024. Sebagian sudah mulai menghasilkan dan memasarkan produknya, yang diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.

Senada dengan hal itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura (PPHH), Freddy, S.T.P, M.Sc., M.P.S, Ph.D, menyampaikan bahwa Direktorat PPHH telah mengalokasikan bantuan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan untuk pelaku usaha sesuai kriteria yang ditetapkan. Tujuannya guna mendukung penumbuhan UMKM Hortikultura di Indonesia. Melalui bantuan itu, diharapkan nilai tambah, diversifikasi produk, daya saing, dan inovasi produk hortikultura meningkat, sehingga bermanfaat bagi pendapatan dan kesejahteraan petani hortikultura.

Jahe, Kunyit, dan Kapulaga Jadi Komoditas Prioritas

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 141/Kpts/HK 150/M/2/2019 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Lingkup Kementerian Pertanian, tanaman obat adalah salah satu jenis tanaman binaan Direktorat Jenderal Hortikultura. Dalam Keputusan Menteri Pertanian tersebut terdapat 65 komoditas tanaman obat, meski belum semua menjadi prioritas pengembangan. Saat ini, komoditas tanaman obat prioritas adalah jahe, kunyit, dan kapulaga, karena merupakan komoditas prospektif yang unggul dari segi kemudahan pasar, nilai ekonomis, potensi nilai tambah, dan menjadi sumber devisa negara.

Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten adalah salah satu lokasi sentra potensial untuk pengembangan produk tanaman obat. Kelompok Tani Mekar Sari II adalah salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah mengembangkan berbagai produk tanaman obat dari komoditas jahe merah, kunyit, temulawak, kencur, dan lainnya.

Kelompok Tani Mekar Sari II

Berdasarkan data produksi Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, total produksi tanaman biofarmaka di Kabupaten Pandeglang pada 2025 mencapai 1.436,5 ton dengan luas panen 51,08 ha. “Sentra tanaman obat terdapat di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Sumur, Cibaliung, Cikeusik, Munjul, Kaduhejo, Majasari, Cegeulis, Cadasari, Sobang, Pagelaran, Carita, Pulosari, Mekarjaya, dan lainnya,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, S.P., M.M.

Kelompok Tani Mekar Sari II mengembangkan tanaman obat, khususnya jahe, kunyit, dan temulawak, menjadi produk olahan. Kelompok ini berlokasi di Kampung Ciluluk RT/RW 007/004, Desa Pesanggrahan, Kec. Munjul, Kabupaten Pandeglang.

Kelompok tani ini merupakan bentuk terobosan baru dari para petani Kecamatan Munjul, dibentuk atas dasar kesadaran bersama sebagai petani dengan aktivitas yang sama, yang melihat potensi pertanian di Desa Pesanggrahan, untuk dikembangkan menjadi usaha yang mapan dan mandiri.

Untuk mengembangkan UMKM hortikultura di Kabupaten Pandeglang, Ditjen Hortikultura telah memfasilitasi Kelompok Tani Mekar Sari II dengan bantuan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan pada tahun 2023. Direktur Usaha Kelompok Tani Mekar Sari II, Sarnata, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Ditjen Hortikultura sangat bermanfaat bagi kelompok tani, juga masyarakat sekitar di Kabupaten Pandeglang.

ARENTA, Produk Unggulan dari Jahe, Kunyit, dan Temulawak

“Kelompok Tani Mekar Sari II telah memiliki tiga produk olahan tanaman obat unggulan, yaitu jahe merah bubuk, kunyit bubuk, dan temulawak bubuk dengan merek ARENTA,” ujar Sarnata,. Selain itu, kelompok juga menjual beberapa produk gula aren. “Luas lahan untuk jahe merah seluas 12 ha, kunyit 5 ha, dan temulawak 4 ha,” ujar Sarnata. Pemasaran produk dilakukan melalui pemasok CV Ratu Manis dan distributornya, Djaya Bersama.

“Produk olahan tanaman obat kami seperti jahe, kunyit, temulawak terbuat dari campuran jahe, kunyit, temulawak, gula aren, dan rempah-rempah pilihan terbaik, yang diolah dengan cara higienis oleh tangan-tangan berpengalaman, sehingga menghasilkan produk minuman yang hangat, berkhasiat, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” tutur Sarnata. (Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E., Fungsional Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Madya, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementerian Pertanian)

Artikel Terbaru

Potensi Sukun Jadi Pangan Lokal, Bisa Diolah Menjadi Tepung hingga Tapai

Sukun berpotensi menjadi salah satu sumber pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Selain kaya karbohidrat, buah ini dapat...

More Articles Like This