Pamigo Mini Dekatkan Pekebun ke Pabrik, Olah 7,5 Ton TBS per Hari

Rekomendasi

Koperasi Unit Desa (KUD) Tupan Tri Bhakti di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, membangun pabrik minyak goreng mini (pamigo) untuk memudahkan anggota menjual tandan buah segar (TBS). Jarak kebun yang lebih dekat ke pabrik membantu pekebun menekan biaya angkut dan mempercepat penanganan hasil panen.

Pamigo mini itu berkapasitas hingga 7,5 ton TBS per hari yang seluruhnya dipasok dari kebun anggota koperasi. Proses dimulai dari pemanasan boiler berbahan bakar limbah padat sawit seperti serat, cangkang, dan tandan kosong untuk menghasilkan uap sebagai sumber energi utama.

Setelah 1,5 jam pemanasan, TBS dimasukkan ke keranjang perebusan dan dikukus dalam sterilizer berkapasitas 750 kg per tabung. Dua unit sterilizer memungkinkan pengolahan hingga 1,5 ton TBS dalam sekali proses untuk memudahkan pelepasan buah dari tandan.

Buah yang telah dikukus kemudian dirontokkan menggunakan thresher hingga terpisah dari tandan kosong. Selanjutnya buah dilumatkan dan dikempa untuk menghasilkan cairan minyak dan ampas.

Cairan minyak disaring menggunakan vibrator screen agar bebas serat, lalu dipompa ke tangki pemisah. Di tahap ini minyak dipisahkan dari air sebelum diproses lebih lanjut menjadi crude palm oil (CPO).

CPO kemudian melalui proses degumming untuk menghilangkan getah dan menghasilkan red palm oil (RPO). Tahap berikutnya adalah netralisasi dan deodorizing untuk menghilangkan bau tidak sedap pada minyak.

Proses pemucatan (bleaching) dilakukan untuk menghasilkan warna minyak yang lebih jernih sesuai preferensi konsumen. Hasilnya adalah refined bleached deodorized palm oil (RBDPO) yang siap diproses lebih lanjut.

RBDPO kemudian didinginkan hingga membentuk kristal untuk memisahkan fraksi cair (olein) dan padat (stearin). RBD olein menjadi minyak goreng jernih yang stabil untuk menggoreng, sedangkan stearin dimanfaatkan sebagai bahan baku margarin dan produk olahan lainnya.

Dari 7,5 ton TBS, pabrik mampu menghasilkan sekitar 1,2 ton CPO dan sekitar 1 ton minyak goreng per hari. Bahan baku berasal dari 93 anggota koperasi dengan total luas kebun mencapai 216 hektare.

Harga TBS mengikuti ketetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, yakni Rp3.000—Rp3.600 per kg. Minyak goreng hasil produksi dipasarkan di wilayah Kuansing dengan harga Rp19.000—Rp20.000 per liter.

Selain minyak goreng, pamigo juga menghasilkan produk turunan seperti minyak merah, bahan baku mentega, dan sabun. Limbah cair pengolahan berupa palm oil mill effluent (POME) turut dimanfaatkan sehingga mendukung konsep zero waste.

Artikel Terbaru

Kandang Bersih Tanpa Bau Dukung Produksi Susu Kambing

Kandang modern menjadi kunci keberhasilan Rahmat Bintang Ramadhan dalam menjaga kualitas susu kambing perah di Prabhu Farm, Sleman, Daerah...

More Articles Like This